Tangis M Nuh Pecah Usai Voting Ketum PBNU: Muktamar Penuh Kesejukan
·waktu baca 2 menit

Hasil voting Muktamar PBNU menetapkan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 dalam Muktamar ke-34 PBNU di Lampung. Gus Yahya mengalahkan Said Aqil Siroj.
Usai voting, Ketua SC Muktamar, Prof M Nuh, terisak saat akan membacakan hasil pemilihan. Dia teringat Muktamar ke-33 di Jombang yang berlangsung ricuh dan dibayangi Muktamar tandingan.
"Alhamdulillah, pagi hari ini Jumat kita telah bisa menyelesaikan seluruh acara Muktamar yang ke-34 dengan baik sekali," ucap M Nuh bicara pelan lalu terisak di arena Muktamar, Universitas Lampung, Jumat (24/12),
"Muktamar 34 dibayani Muktamar 33 yang sungguh sangat menyedihkan kejadiannya. Oleh karena itu beberapa kiai pesan kepada saya, tolong dijaga Muuktamar 34 dengan sejuk, dengan sejuk. Dan alhamdulillah panjenengan semua bisa bersama-sama membawa Muktamar ke-34 dengan penuh kesejukan," lanjutnya.
Mantan mendikbud itu berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan Muktamar hingga akhirnya menetapkan ketua umum baru, Gus Yahya.
"Terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh muktarmirin yang datang dari seluruh penjuru negari dan penjuru dunia yang bisa hantarkan Muktamar dengan sejuk baik," kata M Nuh.
Dia kemudian berpesan kepada warga NU agar mengawal NU di bawah kepemimpinan Gus Yahya. "The future is yours. Masa depan ada di tempat panjenengan semua, mari kawal NU ke depan," tuturnya.
Gus Yahya unggul 337 suara dari sang petahana Said Aqil, 210 suara. Tidak sah 1 suara.
"KH Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua PBNU masa khidmat 2021-2026," tutup M Nuh.
