Tanpa Masker, Menkes Terawan Inspeksi ke BRI 2

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan dokter Terawan saat inspeksi ke Gedung BRI 2 setelah muncul dugaan adanya virus corona. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan dokter Terawan saat inspeksi ke Gedung BRI 2 setelah muncul dugaan adanya virus corona. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Para pekerja kantoran di Gedung BRI 2, Jalan Sudirman, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, sempat digegerkan dengan isu virus corona yang diduga menjangkit salah satu karyawan Huawei Tech Investment di gedung itu. Namun, setelah diperiksa di rumah sakit, pegawai tersebut rupanya terkena radang tenggorokan.

Menanggapi isu virus corona tersebut, Menteri Kesehatan dokter Terawan Agus Putranto pun langsung terjun ke lapangan. Sekitar pukul 16.50 WIB, Terawan tampak meninjau Gedung BRI 2 tanpa mengenakan masker.

Padahal, sebelumnya, para pekerja di Gedung BRI 2 beramai-ramai mengenakan masker karena khawatir terpapar virus corona. Sebab, virus yang menyerang saluran pernapasan itu diketahui tersebar salah satunya melalui udara.

Menteri Kesehatan dokter Terawan menanggapi pertanyaan wartawan saat inspeksi ke Gedung BRI 2 setelah muncul dugaan adanya virus corona. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Ini kan masih belum jelas (ada virus corona atau tidak), kalian ngapain pakai masker?" tanya Terawan begitu tiba di lokasi, Kamis (23/1). Dia berbicara kepada wartawan yang mayoritas mengenakan masker.

Menurut Terawan, masyarakat sekitar harusnya tak perlu khawatir. Sebab, jika ia masih bisa bersikap santai, berarti memang belum ada data terkait masuknya virus corona tersebut di Indonesia.

"Kalau aku takut, kan berarti aku sudah punya data. Kalau aku sudah begini (datang tanpa masker), berarti santai saja. Kalau benar (ada virus corona), ya masa aku berani," ucapnya santai.

Ilustrasi virus Corona. Foto: Shutter Stock

Virus corona yang tengah menggegerkan dunia merupakan salah satu bagian dari keluarga besar virus yang menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari flu biasa, hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) hingga Severe Avute Respiratory Syndrome (SARS).

Namun, sebelumnya virus corona model CoV ini belum pernah teridentifikasi menjangkit manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, di akhir 2019 dan menyebar di sejumlah negara tujuan turis asal China seperti Thailand, Taiwan, AS, Korsel, hingga Jepang.

kumparan post embed

Biasanya, orang yang terkena virus ini akan mengalami gejala mirip dengan flu, seperti demam dan batuk. Namun diikuti dengan gejala pernapasan seperti sesak napas.

Berbagai negara, termasuk Indonesia, telah melakukan tindakan pencegahan wabah. Salah satunya dengan memasang pemindai panas atau thermal scanner di bandara-bandara pintu masuk negara.

Para ahli Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah menggelar rapat darurat di Jenewa pada Rabu. Rencananya mereka akan mengumumkan apakah wabah virus corona Wuhan ini akan dinyatakan sebagai darurat kesehatan global.