Tantangan Petugas Haji 2023: 67 Ribu Jemaah Lansia, Cuaca Sangat Panas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Bina Haji Kemenag Arsyad Hidayat saat memberikan materi kepada petugas PPIH Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemenag
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Bina Haji Kemenag Arsyad Hidayat saat memberikan materi kepada petugas PPIH Arab Saudi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemenag

Jemaah haji kloter pertama akan berangkat menuju Arab Saudi pada 23 Mei 2023. Segala persiapan harus dilakukan, termasuk bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Para petugas akan berangkat lebih dulu untuk menyambut sekaligus menyiapkan segala fasilitas dan sarana bagi jemaah haji. Tidak ada lagi waktu untuk santai.

"Para petugas diberangkatkan lebih awal guna memastikan semua layanan sudah siap sebelum kedatangan jemaah," ujar Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, dalam rakor petugas Daker Makkah, Senin (15/5).

Dalam rakor via Zoom meeting itu, dihadiri pula oleh Kadaker Makkah Khalilurrahman, Sekretaris Daker Tawabuddin, para Kepala Seksi dan Ketua Sektor serta seluruh unsur pelaksana di wilayah Daker Makkah.

Arsad mengatakan, kesiapan fisik prima juga harus dimiliki semua petugas. Mengingat, cuaca di Arab Saudi juga cukup ekstrem.

"Cuaca diperkirakan sangat panas. Perlu persiapan fisik agar tetap optimal melayani jemaah. Biasakan dari sekarang untuk banyak minum air putih," tuturnya.

Petugas menggendong jemaah haji saat gladi posko pelaksanaan haji 1444 H/ 2023 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (15/4/2023). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Jemaah haji gelombang pertama akan mendarat di Madinah untuk menjalani ibadah Arbain (Salat Wajib berjemaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi). Mereka dijadwalkan mulai menuju Makkah pada 2 Juni 2023.

Petugas Daker Makkah dijadwalkan akan berangkat pada 27 dan 28 Mei 2023. Mereka akan melakukan sejumlah persiapan sebelum kedatangan jemaah haji di kota kelahiran Nabi.

Tantangan kedua, kuota normal. Tahun ini adalah kali pertama penyelenggaraan haji dalam kuota normal setelah pandemi Covid 19 melanda dunia. Indonesia mendapat 221.000 kuota, terdiri atas 203.320 kuota jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.

Ketiga, tidak ada pembatasan umur. Tahun ini, diperkirakan ada sekitar 67.000 jemaah dengan usia 65 tahun ke atas. Jumlah ini berkisar 30% dari total kuota jemaah haji Indonesia.

"Sehingga Gus Men Yaqut Cholil Qoumas mencanangkan haji tahun ini sebagai Haji Ramah Lansia," sebut Arsad.

"Sebagai langkah mitigasi, kita telah menambah jumlah petugas, termasuk penguatan pada layanan jemaah lansia," sambungnya.

Petugas memberikan pertolongan kepada jemaah haji saat gladi posko pelaksanaan haji 1444 H/ 2023 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (15/4/2023). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Arsad meminta para petugas untuk melakukan pengecekan akhir terkait kesiapan sebelum kedatangan jemaah di Makkah.

Hal itu mencakup kesiapan SDM petugas haji, kesiapan akomodasi, kesiapan dapur, kesiapan bus selawat, kesiapan sarana kesehatan, termasuk kesiapan bimbingan dan konsultasi ibadah.

Rakor petugas Daker Makkah ini juga membahas layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Masyair.

Arsad meminta agar dilakukan sosialisasi lokasi jemaah saat di Masyair serta layanan yang akan diterima jemaah. Sehingga, jemaah bisa memahami sejak awal lokasi mereka dan pergerakannya sejak dari hotel tidak terkecuali layanan yang diterimanya

"Daker Makkah biasanya mendapat tugas layanan jemaah haji di Muzdalifah. Namun demikian, petugas Daker Makkah juga harus siap jika harus diperbantukan baik di Arafah maupun Mina," ucap Arsad.

"Banyaknya jemaah lansia menuntut kesiapan petugas. Di samping memiliki mindset layanan lansia serta kesigapan, sinergi dan inovasi layanan pun sangat dibutuhkan," tandasnya.