Target Stunting Turun sampai 14% Berat, Ini Saran Guru Besar UI untuk Capres

18 Januari 2024 8:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi anak stunting. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak stunting. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Stunting adalah masalah kesehatan amat penting pada anak karena punya aspek ganda. Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama menilai di tahun politik, isu ini harus diangkat serius oleh capres cawapres.
ADVERTISEMENT
Aspek yang dimaksud Tjandra adalah yang pertama gangguan kesehatan. Dan kedua gangguan kecerdasan anak bangsa, karena itu memang perlu amat dapat perhatian.
Dari pengalaman panjang bertahun-tahun selama ini maka angka stunting tidak bisa terkendali. Lesson learned negara lain dalam 1 dekade ini, penurunan stunting <1% per tahun.
"Jadi target semula stunting turun dari 28% ke 19% sudah berat, apalagi kalau harus turun jadi 14% tahun 2024 (target Jokowi). Tetapi, bagaimanapun upaya maksimal harus dilakukan," kata dia melalui pesan singkat, Kamis (18/1).
Tantangan kedua penanganannya memang kompleks. Mulai dari masa remaja sampai kehamilan, melahirkan dan tahun-tahun pertama kehidupan anak, dan masalahnya sudah terjadi sejak beberapa dekade yang lalu.
Dalam hal ini maka ada 4 pendekatan yang bisa dipakai agar penurunan stunting tahun ini dan tahun depan dapat terus ditingkatkan. Utamanya oleh para capres dan cawapres.
ADVERTISEMENT
Prof Tjandra Yoga Aditama. Foto: Dok. Pribadi
Berikut 4 langkah yang dimaksud Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu:
1. Komitmen politik penentu kebijakan publik (dan para paslon tentunya) untuk tetap memberi porsi penting bagi kesehatan, termasuk stunting, tanpa meninggalkan masalah kesehatan lainnya.
Penyelesaian stunting penting, menangani masalah penyakit menular dan tidak menular penting, dan jauh lebih penting pula menjaga mereka yang sehat agar tetap hidup sehat.
2. Bentuk programnya sebenarnya secara ilmiah sudah jelas, jadi tinggal di terapkan dan di laksanakan di lapangan.
3. Masyarakat madani dan juga media massa perlu terus mendorong penentu kebijakan publik untuk melakukan kegiatan nyata di lapangan tentang pengendalian stunting, selain kegiatan langsung oleh masyarakat di lapangan.
4. Akan baik juga kalau ada "dorongan" dari organisasi internasional agar pemerintah Indonesia tetap meningkatkan kinerja penanggulangan stunting di bulan-bulan politik 2024 ini.
ADVERTISEMENT