Tarif Bus JA Connexion Dibanderol Rp 50 Ribu per Penumpang

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akhir bulan ini resmi meluncurkan sarana angkutan Jakarta Airport Connexion atau JA Connexion. Ada 91 unit armada bus yang siap dioperasikan.
Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga mengatakan dengan adanya layanan ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat menuju Bandara Soekarno Hatta dari hotel atau mal dengan menggunakan layanan bus dan mikrobus.
"Sementara ini layanan JA Connexion beroperasi dari 20 hotel di sekitar Jabodetabek dengan sarana angkutan yang nyaman dan aman," kata Elly saat Pra Peresmian JA Connexion yang diselenggarakan di Gedung BPTJ, Jalan MT Haryono, Jakarta, Jumat (26/5).
Baca juga: BPTJ Siapkan 91 Bus JA Connexion Layani Rute Bandara Soetta-20 Hotel
Sebagai sarana pengangkutan menuju Bandara Soekarno Hatta dari hotel-hotel yang ada di kawasan Jabodetabek, JA Connexion akan mengandalkan mikrobus dengan kapasitas 20 tempat duduk. Elly mengklaim nantinya para penumpang bisa menikmati sarana yang membuat nyaman penumpang di dalam mikrobus JA Connexion. Nantinya setiap armada mikrobus tersebut akan melayani 3 hotel terdekat lalu berangkat langsung ke Bandara Soekarno Hatta.

"Untuk tarifnya ini ditentukan oleh operator masing-masing, kira-kira Rp 50 ribu dari hotel. Sedangkan untuk ke mal itu Rp 25 ribu. Kemudian dia punya pelayanan standar, duduknya enak, di mobil bisa ada bagasi koper," sebut Elly.
Elly menyatakan saat ini sudah ada 4 operator yang berkomitmen untuk mengoperasikan JA Connexion yaitu Perum Damri, Perum PPD, Blue Bird, dan Sinar Jaya. Selain hotel, BPJT juga membuka rute JA Connexion dengan menggunakan bus besar dari 4 mal yang ada di Jakarta yang dioperasikan oleh Perum PPD.
"Sementara yang baru akan beroperasi ada 4 operator pertama Blue Bird ada 15 unit, kemudian Damri akan operasi 10 unit, Sinar Jaya 8 bus mikro dan tambahan 8 bus besar, bukan hanya dari hotel, juga ada yang dari mal. Sinar Jaya ada bus besar dari Bogor Trade Mall, kemudian PPD juga andil operasi 50 bus, tapi khusus busnya untuk mal-mal," jelasnya.
