Tatapan Tajam Ferdy Sambo saat Eliezer Ngaku Didoktrin

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ekspresi Sambo saat Eliezer ngegas ke kuasa hukumnya. Foto: Dok. tangkapan layan YouTube kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ekspresi Sambo saat Eliezer ngegas ke kuasa hukumnya. Foto: Dok. tangkapan layan YouTube kumparan

Richard Eliezer dicecar soal Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis. Eliezer dinilai tak konsisten sebab dalam beberapa BAP keterangannya selalu berubah-ubah.

Hal itu ditanyakan ulang oleh Hanis di persidangan. Namun pertanyaan itu justru membuat nada bicara Eliezer meninggi. Arah pandangan Sambo pun yang semula menatap ke hakim, langsung mengarah ke Eliezer. Tatapan matanya terbuka, menyorot tajam.

"Saya mau jelaskan, bahwa ini harus saya tanyakan karena tidak konsisten Yang Mulia," kata Hanis kepada majelis hakim, Selasa (13/12).

Keterangan yang mau digali tersebut yakni peristiwa 8 Juli 2022, saat Eliezer menghadap Sambo dan Putri Candrawathi di lantai 3 rumah Saguling. Pertanyaan itu pun dijawab oleh Eliezer. Dia mengaku sudah menjelaskan peristiwa yang sebenarnya.

"Jadi begini Bapak, dapat saya jelaskan. Biar Bapak tidak menanyakan lagi tentang BAP-BAP ini lagi," kata Eliezer.

"Harus saya tanyakan," kata Hanis dengan nada agak meninggi. Sambo mulai geleng-geleng kepala.

"Saudara penasihat hukum beri kesempatan saksi untuk menjawab," kata hakim.

"Saya mau jelaskan bahwa ini harus saya tanyakan karena tidak konsisten," ujar Arman.

"Baik, begini Bapak, Bapak bayangkan dari tanggal 8 Juli sampai di bulan Agustus itu saya didoktrin terus menerus oleh klien Bapak tentang skenario," kata Eliezer. Sambo yang berada di samping Arman melihat tajam ke Eliezer.

"Siapa yang doktrin? Di mana yang doktrin? Di mana Saudara didoktrin?" sanggah Hanis yang juga suaranya ikut meninggi.

"Di lantai 3 (rumah Saguling)," kata Eliezer yang juga dengan nada meninggi.

Saat percakapan itulah, mata Sambo langsung menyorot ke arah Eliezer. Tak lama, dia menggeleng-gelengkan kepala.

Anggota tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawati, Arman Hanis memberikan keterangan kepada wartawan saat konpers di Jakarta, Rabu (28/9/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Karena Hanis bertanya dengan nada tinggi, hakim pun menengahi. Hakim meminta kepada Hanis agar tidak membentak.

"Saudara penasihat hukum tidak perlu sampai membentak seperti itu," kata hakim ke Arman.

"Saya coba mengingat-ingat kembali kejadian demi kejadian, Bapak kira segampang itu mengingat kembali kejadian," jawab Eliezer.

"Ini tidak konsisten sudah setelah Saudara tidak ada," kata Hanis.

"Astaga," kata Eliezer.

Jaksa pun turut bicara dalam perdebatan tersebut. Jaksa menilai Hanis sudah terlalu menekan Eliezer ketika berbicara.

"Izin Bapak penasihat hukum ini menanya saksi sudah menekan," kata jaksa.

"Ini tidak konsisten," timpal Hanis.

"Nanya aja jangan menekan gini dong!" pungkas jaksa dengan nada tinggi.

Akhirnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Hanis, harus melalui majelis hakim. Hakim menanyakan pertanyaan Hanis kepada Eliezer, dengan nada yang santai dan tenang.