Taufik Minta BUMD Tak Ikut-ikut Urusan Pilkada

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik berkomentar terkait penandatanganan nota kesepahaman antara PT Transjakarta dengan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) pada Rabu (22/3) kemarin. Acara tersebut menjadi polemik karena berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, Anggrek Neli, Jakarta Barat.
Taufik menyarankan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak ikut dalam pergolakan politik selama pilkada. Ia mempertanyakan mengapa penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di kantor sebuah partai.
"Saran saya beginilah, yang begini-begini, yang berhubungan dengan pemerintah daerah jangan ikut (dalam urusan) pilkada lah," terangnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/3).
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, jika nantinya dalam nota kesepahaman itu ada unsur yang menguntungkan calon tertentu, DPRD DKI Jakarta tidak akan tinggal diam.
"Ya saya kira kalau dia ketahuan, dia ikut pilkada apalagi menguntungkan salah satu pasangan calon, pasti akan kami kejar terus," kata Taufik.
"Sudahlah saya sarankan kepada SKPD BUMD, enggak usah ikut-ikutan pilkada lah, Anda urus aja perusahaan itu," tambahnya.
