Tawuran Pelajar Marak, Polisi Minta Orang Tua Awasi Pergaulan Anak

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tawuran (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tawuran (Foto: Istimewa)

Kasus tawuran antarpelajar di Kota Bogor, Jawa Barat, kembali terjadi 15 Juli lalu. Akibat tawuran ini, seorang pelajar SMA YPH berinisial RIF, tewas setelah dibacok saat kejadian.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Dwi Andiko menilai orang tua anak harus ikut berperan aktif dalam mengawasi pergaulan anaknya. Sebab, polisi tidak bisa bekerja sendiri menangani kasus yang berkaitan dengan para remaja.

"Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dalam hal ini (tawuran) peran serta keluarga merupakan hal utama dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka (anak) masuk dalam lingkungan yang buruk," kata Trunoyudo kepada kumparan, Senin (23/7).

Selain peran orang tua, Trunoyudo juga mengingatkan pentingnya peran sekolah untuk memberikan arahan yang positif kepada para siswanya.

"Lingkungan pelajar ini kan ada pada lingkungan sekolah, jadi tanggung jawab bersama sebagai orang tua. Secara umum guru," ucap Trunoyudo.

"Remaja itu kan seharusnya sudah bisa memilah mana yang baik mana yang buruk. Masa generasi ke depan harus seperti itu sangat disayangkan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Trunoyudo mengungkapkan, pihaknya belum memberlakukan aturan jam malam terhadap para remaja di Bogor. Sebab menurutnya situasi di Bogor sejauh ini masih kondusif dan terkendali.

"Enggak, kita enggak membatasi, jam malam itu kalau situasi keamanan sudah sangat terganggu itu juga kan yang menentukan tingkat gubernur," pungkasnya.

RIF, seorang pelajar SMA di Tanah Sareal, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (15/7) tewas. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban tewas akibat luka bacok di bagian tangan dan punggung.

Korban dibacok dalam tawuran antar-SMA di Bogor setelah menonton pertandingan piala dunia. Diduga tawuran itu sudah direncanakan oleh para siswa sekolah tersebut.