Teheran di Ambang Haus Massal: Bendungan Utama Iran Hampir Kering Total

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aliran air rendah sungai di hulu Bendungan Amir Kabir di sepanjang Sungai Karaj terlihat di pegunungan Alborz, Iran utara, pada 1 Juni 2025. Foto: ATTA KENARE / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Aliran air rendah sungai di hulu Bendungan Amir Kabir di sepanjang Sungai Karaj terlihat di pegunungan Alborz, Iran utara, pada 1 Juni 2025. Foto: ATTA KENARE / AFP

Sumber air minum di ibu kota Iran, Teheran, terancam kering dalam waktu dekat. Laporan itu disampaikan kantor berita Iran, IRNA, pada Minggu (2/11).

“Bendungan Amir Kabir, salah satu dari lima bendungan yang menyediakan air minum bagi Teheran, hanya menampung 14 juta meter kubik air, yang merupakan delapan persen dari kapasitasnya,” kata direktur perusahaan di Teheran, Behzad Parsa, seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Dia menambahkan, kapasitas itu sama dengan persediaan air bersih untuk warga Teheran hanya tinggal dua pekan.

Aliran air rendah sungai di hulu Bendungan Amir Kabir di sepanjang Sungai Karaj terlihat di pegunungan Alborz, Iran utara, pada 1 Juni 2025. Foto: ATTA KENARE / AFP

Laporan itu diungkap saat Iran mengalami kekeringan terparah dalam beberapa dekade.

Menurut Parsa, penurunan curah hujan yang terjadi mencapai 100 persen jika dibanding periode serupa pada tahun lalu.

Pada bulan lalu pejabat pemerintah daerah di Teheran melaporkan, tingkat hujan di Ibu Kota menyentuh level terendah dalam 25 tahun.

Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian. Foto: AFP

Adapun Parsa tidak mengungkap status dari lima bendungan lainnya yang menjadi sumber cadangan air bersih di Teheran.

Untuk mengurangi risiko kekeringan, pemerintah pada Juli dan Agustus 2025 mengumumkan kebijakan penghematan energi.

“Krisis air ini lebih serius dari apa yang dibicarakan pada hari ini,” ucap Presiden Iran Masoud Pezeshkian ketika mengumumkan seruan penghematan energi.