Teka Teki Kader Gerindra Yusnan Solihin dalam Dakwaan e-KTP

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sidang Setya Novanto dilanjutkan (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sidang Setya Novanto dilanjutkan (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Surat dakwaan Setya Novanto menguak adanya sejumlah nama yang disebut dalam rangkaian perkara kasus e-KTP. Salah satunya adalah kader Gerindra yang merupakan pengusaha bernama Yusnan Solihin. Dia disebut menyarankan Andi Narogong untuk membuat perusahaan gabungan.

Penuntut umum menuturkan bahwa hal tersebut berawal pada saat Setya Novanto memanggil Andi Narogong ke ruang kerjanya lantai 12 Gedung DPR. Pada pertemuan itu Andi dikenalkan kepada Mirwan Amir selaku Wakil Ketua Banggar DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Andi dikenalkan sebagai pengusaha yang akan mengerjakan proyek e-KTP.

Berawal dari pertemuan itu, Andi Narogong kemudian akhirnya dikenalkan dengan Yusnan. "Selanjutnya Mirwan Amir mengarahkan Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk berkoordinasi dengan seorang pengusaha yang bernama Yusnan Solihin," kata jaksa saat membacakan surat dakwaan Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12).

Andi Narogong kemudian beberapa kali melakukan pertemuan dengan Yusnan Solihin, Aditya Suroso, dan Ignatius Mulyono di Tebet Indrayana Square (TIS). "Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Yusnan Solihin menginginkan dibentuknya perusahaan gabungan untuk menentukan harga barang dalam proyek Penerapan KTP Elektronik," kata dia.

Setya Novanto dan Andi Narogong. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A dan Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Setya Novanto dan Andi Narogong. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A dan Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Andi selanjutnya mendekati Chairuman Harahap, yang pada saat itu baru terpilih menjadi Ketua Komisi II untuk memperlancar proyek e-KTP. Ia bahkan dikenalkan kepada Chairuman oleh Setya Novanto.

"Perkenalan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan menemui Chairuman Harahap di ruang kerjanya. Dalam pertemuan dimaksud, Andi Narogong menyampaikan keinginannya untuk ikut dalam Pekerjaan Penerapan KTP Berbasis NIK secara Nasional, untuk itu Andi Narogong bersedia memberikan sejumlah uang kepada anggota Komisi II DPR guna memperlancar pembahasan anggaran," kata dia.

Data Yusnan Solihin di Gerindra (Foto: Gerindra)
zoom-in-whitePerbesar
Data Yusnan Solihin di Gerindra (Foto: Gerindra)

Yusnan Solihin, diketahui memang tidak ada dalam strukutur DPP Partai Gerindra, dan hanya pernah menjadi calon anggota legislatif namun gagal. Dalam website Gerindra, nama Yusnan muncul seperti tampak di atas.

Ketua Umum Prabowo Subianto, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengenal "Saya belum tahu itu," ucap Prabowo usai deklarasi cagub Jateng di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (13/12).

Prabowo menyebut, kalau benar dia pengusaha itu kader Gerindra, maka akan dipecat langsung. "Oo.. Gerindra jelas kalau salah kita pecat," tegasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, juga mengaku tidak mengenal nama Yusnan. "Wah, siapa tuh saya enggak tahu juga," terang Fadli.

"Enggak ada, saya enggak pernah kenal. Orangnya yang mana? Ini kan (caleg) terjadi 7 tahun lalu ya, 2010-2011, Gerindra baru berusia dua tahun," ucap Fadli Zon.