News
·
19 Februari 2021 13:36

Teka-teki Kematian Lansia 80 Tahun di Bandung dengan Kepala Bersimbah Darah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Teka-teki Kematian Lansia 80 Tahun di Bandung dengan Kepala Bersimbah Darah (407737)
searchPerbesar
Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock
Kematian lansia berusia sekitar 80 tahun bernama Dewi dengan luka bersimbah darah pada bagian kepala masih menjadi misteri. Dia ditemukan tewas di kediamannya di Jalan Cijawura Girang, Kompleks Buana Cigi Regency, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, pada Kamis (18/2) malam.
ADVERTISEMENT
Dari pantauan Jumat (19/2) siang, rumah dengan tembok berwarna krem itu terlihat sepi. Tak ada garis polisi terpasang di sana.
Di bagian depan rumah, terlihat tenda warna hitam sudah terpasang. Rumah itu berada tepat di kelokan jalan dan tak memiliki pagar. Hanya ada taman kecil di depan rumah itu.
Di bagian depan, terlihat adanya pintu berwarna cokelat yang menjadi akses masuk. Adapun di bagian belakang, tak ada pintu masuk namun ada jendela yang terlihat di sana.
Jika hendak menuju rumah itu, tamu diwajibkan melapor terlebih dahulu ke petugas sekuriti yang berjaga di pos. Terdapat satu pintu masuk menuju perumahan.
Seorang petugas sekuriti, Yadi Hermansah, mengatakan dirinya sedang berjaga di pos ketika detik-detik peristiwa itu terjadi. Saat itu, dia tak mendengar suara gaduh yang berasal dari rumah.
ADVERTISEMENT
Dia tiba-tiba mendapatkan telepon dari tetangga korban yang menginformasikan adanya dua orang membawa linggis di dalam rumah korban.
Kemudian, Yadi dan rekannya mendatangi lokasi. Dia berjaga di luar sedangkan rekannya masuk ke dalam. Rekannya yang masuk ke dalam rumah lalu mendapati korban telah tergeletak di kamar mandi mengenakan mukena. Dia pun masuk ke dalam rumah dan melihat rumah dalam kondisi rapi, tak ada barang berserakan.
"Rumah itu enggak berantakan, rapi dari halaman teras, enggak kotor," kata Yadi ketika ditemui di lokasi, Jumat (19/2).
Pada hari itu, Yadi sudah berjaga sejak pukul 08.00 WIB. Ketika gerimis turun sore hari, dia masih sempat duduk di bangku yang terletak dekat pos. Dia baru masuk ke dalam pos ketika hujan mulai deras. Saat itu, dia mengaku tak melihat adanya orang yang masuk ke dalam kompleks perumahan.
ADVERTISEMENT
"Enggak ada orang yang masuk, kalau ada orang masuk pasti saya lihat. Enggak ada tamu sama sekali. Walaupun ada tamu pasti kan lapor dulu, kemarin enggak ada. Dan enggak ada yang keluar juga," ucap dia.

Tidak Ada Orang Tinggi Besar yang Masuk

Begitu pula, menurut Yadi, tak ada dilihatnya dua orang berperawakan tinggi besar dan mengenakan jaket warna hitam sebagaimana keterangan pembantu rumah, yaitu Ratna.
Di dalam rumah, dia pun tak menemukan linggis dan jendela belakang rumah dalam kondisi terkunci dari dalam sehingga mustahil ada orang masuk dari sana.
"Pintu (jendela) belakang masih terkunci sedangkan teralis yang hitam juga masih dalam terkunci. Dan keadaan rumah juga rapi," papar Yadi.
ADVERTISEMENT
Jika memang ada orang yang masuk ke dalam rumah, Yadi menilai mestinya ditemukan adanya jejak pelaku di dalam ataupun di luar rumah apalagi kondisi ketika itu sedang hujan. Namun demikian, tak ada bekas jejak pelaku di dalam rumah. Sementara di lokasi, tak ada CCTV yang terpasang.
"Enggak ada. Dari dulu saya udah ajuin minta dipasang CCTV tapi enggak ada. Enggak ada juga bekas jejak, padahal itu hujan. Di luar ataupun di dalam. Rapi," pungkas Yadi.
Sebelumnya diberitakan, informasi yang disampaikan Ratna melalui tetangga korban yakni Riki Ruchendar, sempat ada dua orang berperawakan tinggi besar dan mengenakan pakaian warna hitam membawa linggis yang masuk ke dalam rumah. Sehari-hari korban dan pembantunya tinggal berdua di rumah itu.
ADVERTISEMENT