Teka-Teki Penabrak Selvi: Ada Mobil Berstrobo Khas Polisi di Belakang Audi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Audi A8 yang awalnya disebut-sebut menabrak Selvi hingga tewas. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Audi A8 yang awalnya disebut-sebut menabrak Selvi hingga tewas. Foto: Dok. Istimewa

Sugeng Guruh Utama (41 tahun), sopir mobil sedan Audi A8 warna hitam membeberkan peristiwa tabrak lari yang menewaskan Selvi Amalia Nuraeni (19), mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Suryakencana, Cianjur, Jawa Barat.

Sugeng mengungkapkan saat melintas di lokasi kejadian, melihat sepeda motor yang dikendarai korban oleng hingga menabrak angkutan kota yang berhenti mendadak di depan sepeda motor itu.

"Jarak (Kendaraan) saya dekat, spontan saya ke kiri untuk menghindar," kata Sugeng, kepada wartawan di Cianjur, Jumat (27/1).

Di belakang Audi yang dikemudikan Sugeng, ada dua mobil yang Sugeng yakin adalah mobil polisi.

"Yang jelas itu mobil Kepolisian, Pak. Ada kerlap-kerlip lampu, entah strobo di depannya (bemper) atau di atas (atap)," kata Sugeng sembari memeragakan kilatan lampu strobo dengan jemari tangannya.

Bahkan kata Sugeng, pengasuh anak bosnya yang ikut di dalam mobilnya, sempat menoleh ke belakang untuk melihat kondisi korban.

"Suster (Pengasuh) lihat ke belakang. Dari situ saya tahu, suster bilang korban mencoba bangun. Tapi berselang dari itu, melintas dua kendaraan yang diduga tengah menyusul rangkaian yang didepan," jelasnya.

Sugeng mengaku kaget saat diberi tahu majikannya soal pemberitaan kasus tabrak lari di Cianjur tersebut. "Pikiran saya waktu itu sudah clear diperiksa sama warga. Saya tenang di situ, ya sudah kerja lagi seperti biasa sama bos. Namun, dua hari lalu kaget menerima informasi ini. Karena merasa tidak bersalah, saya punya bukti dan saksi," ujarnya.

Sugeng menuturkan, ditemani sang majikan, datang ke Cianjur untuk mengklarifikasi terkait informasi yang mengaitkan dirinya dengan peristiwa tabrak lari tersebut.

"Saya muncul ini sebagai itikad baik untuk memberikan klarifikasi yang sebenar-benarnya. Mudah-mudahan saya mendapatkan keadilan dengan pemberitaan selama ini," ujarnya.

Sugeng berharap langkah yang ditempuhnya ini bisa membantu pihak kepolisian menemukan titik terang melalui keterangan yang diberikannya sebagai pengendara Audi A8.

Sebelumnya, seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Suryakencana, Selvi Amalia Nuraeni (19) meninggal dunia akibat kecelakaan.

Dari keterangan pihak keluarga korban, kendaraan yang terlibat tabrakan dengan sepeda motor korban diduga bagian dari rombongan kepolisian.

Kuasa hukum keluarga korban, Yudi Junadi mengatakan, dugaan tersebut berdasarkan bukti rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi yang dihimpun di lokasi kejadian.

Menurut Yudi, di rekaman CCTV menunjukkan kendaraan jenis minibus tersebut merupakan bagian dari rombongan.

Karena itu, Yudi mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini yang menurutnya terkesan ditutup-tutupi.

Sementara, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menegaskan, kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas tersebut bukan bagian dari rangkaian rombongan pengawalan.

Menurutnya, mobil tersebut adalah kendaraan atau rangkaian liar yang memaksa masuk iring-iringan kendaraan.

Kendaraan yang dimaksud Doni adalah jenis Audi seri A8 dengan pelat nomor yang diduga palsu—yang ternyata dikendarai Sugeng sebagai sopir dan Nur sebagai istri polisi.

Nur (23), istri penyidik polisi yang berada di mobil Audi A8 hitam. Foto: kumparan