Teka-teki Tewasnya Guru SD Depok dengan Kondisi Terikat di Gunung Putri, Bogor
·waktu baca 3 menit

Di balik tenangnya Tlajung Udik, Gunung Putri, Bogor, sebuah pemandangan janggal memancing tanya: seorang wanita tergeletak di sisi jalan, berada dekat dengan angkot yang terparkir, tubuhnya terbungkus mantel plastik biru, Sabtu (6/12).
Tak ada suara, tak ada saksi pasti, hanya jejak misterius yang mengarah pada satu hal: kematian yang tampak jauh dari wajar. Video penemuan sosok wanita tersebut beredar di media sosial.
Berikut yang sudah sejauh ini diketahui terkait penemuan jenazah tersebut.
Ada Tanda Kekerasan
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby, mengatakan ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kondisi tangan korban diikat tali plastik.
Korban diketahui bernama Arifianti, usia 41 tahun. Ia merupakan warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
"Korban ditemukan dalam posisi telungkup di samping angkot yang terparkir, dan sudah meninggal dunia," kata Aulia kepada kumparan, Senin (8/12).
Pemotor Misterius
Aulia menuturkan, dari keterangan saksi, korban sempat dibonceng seseorang. Saat itu kondisi tangan korban diikat tali.
Saksi sempat menegur orang yang membonceng wanita itu, tapi tidak dihiraukan.
"Saksi melihat korban (saat masih berboncengan di motor Vario hitam) dengan kondisi tangan penumpang perempuan terikat tali dan kaki terseret di aspal," jelasnya.
"Pengemudi motor mengabaikan teguran saksi dan sempat berhenti di warung untuk membetulkan posisi korban," lanjutnya.
Polisi belum mengetahui siapa orang yang membonceng korban.
Korban Seorang Guru
Arifianti ternyata seorang guru SD kelas 3 di sebuah sekolah swasta di Depok.
“Kegiatan sehari-hari, mengajar. Biasanya pulang sore atau malam, seperti itu,” ujar Agus, suami Arifianti, saat ditemui kumparan di rumah kontrakannya di Depok, Senin (8/12).
Menurut Agus, istrinya itu terakhir kali terlihat adalah pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (6/12)—di hari yang sama ditemukan meninggal.
“Terakhir itu sekitar jam 7 sudah pergi dari rumah, tapi tidak ada informasi mau ke mana,” ujar Agus.
“Komunikasi terakhir soal akses internet. Jadi saya mencoba untuk menyelesaikan urusan internet, pembayaran-pembayaran kayak gitu. Itu aja interaksinya,” kata Agus.
Di saat yang sama, Agus pun pagi-pagi sudah di Jakarta, di rumah ibunya. Anak pun belajar.
“Kalau di-tracking, setelah zuhur antara pukul 13.00 WIB dan pukul 14.00 WIB itu sudah tidak ada komunikasi lagi,” ujar Agus.
Telepon yang Tidak Terangkat
Anak kandung korban, berinisial L, mengatakan ibunya sempat menelepon tapi tidak terangkat.
“Ibu missed call sebelumnya, menjelang pukul 11.00, perkara WiFi. Di situ masalahnya ternyata selesai, WiFi-nya sudah benar lagi,” ujarnya.
L mencoba menghubungi kembali ibunya sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu ponsel masih bisa dihubungi, tetapi tidak diangkat.
“Saya mendapatkan kabar ibu sudah tidak ada itu pukul 21.30 WIB,” ujarnya.
Pelaku Diburu
Polisi saat ini tengah memburu pelaku. Termasuk sosok yang membonceng korban sebelum ditemukan tewas.
"Polisi sudah masuk ke tahap mengkerucutkan seseorang atau pelaku, jadi ya mereka sedang berjuang keras," ujar Agus.
Agus menuturkan bahwa petugas dari Polres Bogor dan Polsek Gunung Putri telah mendapatkan informasi terkait. "Hari ini sedang mencari sosok ini," ujarnya.
"Harapan kami, pelaku ketemu, diperlakukan seadil-adilnya," kata Agus.
Harta Korban Hilang
Agus mengasumsikan harta korban hilang, setidaknya ponsel.
"Asumsi saya barang tidak ditemukan, kenapa, karena kemarin itu polisi mencari barang bukti di rumah kontrakan kami, barang buktinya tidak ada hanya ada dusnya. Dusnya itulah yang dipakai sebagai barang bukti," ujar Agus.
