Teka-teki Tewasnya Satu Keluarga di Padepokan Seni Ongko Joyo

5 Februari 2021 8:48 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Satu keluarga di Desa Turusgede Kecamatan Kota Rembang, Rembang Jawa Tengah, ditemukan tewas pada Kamis (5/2) sekitar pukul 06.30 WIB.
ADVERTISEMENT
Mereka diduga merupakan korban pembunuhan karena ditemukan dengan kondisi penuh luka di sekujur tubuhnya.
Identitas para korban yakni Anom Subekti, Sri Purwanti, seorang anak dan juga seorang cucu Anom dan Sri. Rumah mereka juga merupakan bagian dari padepokan seni Ongko Joyo.
"Korban ada 4 orang, pemilik rumah bernama Anom subekti umur sekitar 60 tahun, lalu istrinya Sri Purwanti umur sekitar 50 tahun. Lalu ada korban yang masih berumur 13 tahun, dan juga cucu korban yang masih berusia 10 tahun," kata Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre.
Dia menjelaskan, keempat korban tewas ini pertama kali diketahui oleh pembantu rumah tangga bernama Kunti. Saat itu, Kunti hendak bekerja di padepokan seni itu seperti biasanya.
ADVERTISEMENT
"Penemuan mayat ini dilaporkan oleh asisten rumah tangga yang datang ke TKP. Dia melihat gerbang rumah terbuka lalu masuk dan memanggil-manggil tapi tidak ada jawaban. Lalu ditemukan empat jenazah yang sudah tergeletak di tempat tidur," jelas dia.
Melihat majikannya tewas, Kunti langsung melaporkan peristiwa itu ke tokoh masyarakat setempat dan diteruskan ke aparat kepolisian.
Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan juga kamera CCTV. Keempat jenazah itu sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Lokasi satu keluarga yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumahnya yang juga merupakan Padepokan Seni, di Rembang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Polisi Temukan Luka Penganiayaan

Kurniawan Tandi Rongre mengatakan hasil pemeriksaan sementara bekas penganiayaan banyak ditemukan sekujur tubuh korban.
"Dari hasil olah TKP korban dinyatakan ada penganiayaan. Ada luka lebam di kepala, keluar darah dari wajah, hidung dan menggunakan seperti benda tumpul," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Polisi memperkirakan pembunuhan itu diduga terjadi dini hari.
"Mungkin sekitar dini hari. Posisi korban di tempat tidur di kamar yang berbeda. Istri di kamar yang berbeda. Sementara bapak anak dan cucunya di kamar yang sama," terang dia.
Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock

Pemilik Padepokan Seni Ongko Joyo Dibunuh saat Tidur

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Semarang Polda Jateng Kombes Pol. Dr.dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan korban tewas akibat hantaman benda tumpul di kepala.
"Kami telah memeriksa 4 jenazah dan dari keseluruhan jenazah seluruhnya karena kekerasan benda tumpul di bagian kepala. Sepertinya korban dikenai kekerasan benda tumpul itu saat istirahat karena tidak ada tanda perlawanan," ungkap Sumy.
Menurut Sumy, pelaku pembunuhan itu memang mengincar bagian kepala korban itu untuk dianiaya hingga meninggal. Sebab di bagian anggota tubuh yang lain tidak terdapat tanda kekerasan.
ADVERTISEMENT
"Memang mengincar muka atau wajah. Di bagian tubuh lain tidak ada kekerasan. Bagian depan dan atas kepala. Berulang lebih dari dua, jadi satu tempat dan ke atas semua. Kejadiannya sekitar 10 sampai 11 jam yang lalu dari pemeriksaan sekitar jam 13.00 siang tadi," jelas dia.
Lokasi satu keluarga yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumahnya yang juga merupakan Padepokan Seni, di Rembang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Seputar Padepokan Ongko Joyo

Padepokan Ongko Joyo terletak di Dusun Nrondo, Desa Turusgede Kecamatan Kota Rembang, Rembang, Jawa Tengah. Padepokan itu desainnya berbentuk rumah joglo. Didominasi ornamen kayu jati di setiap sudut ruangannya.
Penjabat Kepala Desa Turusgede Raslim, mengatakan padepokan itu sebagai sanggar tari. Selain sangar tari, padepokan itu juga melayani usaha penyewaan alat musik gamelan.
"Mengelola usaha gamelan, jadi ini sanggar untuk latihan tari dan juga latihan gamelan. Saya tahunya baik-baik saja," kata Raslim.
Polisi memeriksa lokasi satu keluarga yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumahnya yang juga merupakan Padepokan Seni, di Rembang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
Padepokan ini, terletak di sebuah lingkungan yang sepi yang jauh dari keramaian penduduk. Di samping padepokan itu terdapat kebun dan juga area persawahan
ADVERTISEMENT
"Ya memang lingkungannya sepi dan jauh dari penduduk karena ini kawasan baru," jelas dia.
Raslim mengatakan padepokan itu diperkirakan baru dibangun oleh Anom dan keluarganya pada sekitar tahun 2019. Raslim tak begitu hafal silsilah keluarga Anom. Dia juga tak mau berkata detail soal padepokan itu karena mengeklaim belum lama menjabat sebagai kepala desa.
Namun, dengan adanya insiden ini, Raslim mengatakan pihak desa berencana mengaktifkan lagi kegiatan siskamling atau ronda malam untuk mencegah hal buruk semacam ini terjadi lagi.

Polisi Cari Dugaan Adanya Barang Hilang

Sejauh ini, polisi belum dapat memastikan apakah ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa berdarah itu.
Tandi mengatakan akan menyelidiki itu.
"Untuk sementara barang hilang juga sedang kami selidiki. Akan kami infokan lebih lanjut," ujar dia.
ADVERTISEMENT