Tekan Kematian Corona, Pemerintah Buat SOP untuk Seluruh Pimpinan RS

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memasukan peti jenazah pasien virus corona di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memasukan peti jenazah pasien virus corona di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Persentase kematian corona di Indonesia masih di atas dunia. Untuk menekan angka kematian lebih rendah lagi, pemerintah membuatkan SOP penanganan pasien corona untuk pimpinan rumah sakit di seluruh Indonesia.

"Hampir tiap hari beliau (Luhut Pandjaitan) memimpin rakor untuk mensinergikan seluruh komponen termasuk pelibatan pakar-pakar epidemiologi, pakar kesehatan, ahli obat. Dan sudah dibuat SOP yang akan jd rujukan untuk pimpinan RS yang disusun Kemenkes," kata Doni dalam rapat virtual Senin, (28/9).

Doni mengatakan, SOP itu tak terlepas dari pengalaman RS di tanah air dalam menangani pasien corona selama 7 bulan. Ia kemudian mencontohkan apa yang terjadi di RSUP Persahabatan.

embed from external kumparan

"Satu contoh RS Persahabatan. Kasus ringan sembuh 100 persen, kasus sedang yang meninggal itu mencapai 2,6 persen. Kasus berat mencapai 5,5 persen dan yang kritis menimbulkan kematian tinggi 67,4 persen," tutur dia.

Kata Doni, dalam rapat rutin yang dipimpin Luhut selalu membahas pentingnya penanganan awal. Sehingga langkah pemerintah sekarang untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang kediamannya tak memungkinkan untuk protokol kesehatan.

"Ini berdasarkan rujukan puskesmas. Memang ada peningkatan masyarakat yang dirawat di tempat isolasi mandiri yang disiapkan pemerintah. Baik di RS rujukan dan Wisma Atlet, termasuk cadangan hotel di 10 provinsi prioritas kerja sama dengan Kemenpar dan PHRI," tutupnya.