Teladan dari Tantowi Yahya: Pulang dari Selandia Baru, Pilih Karantina di Hotel

29 Desember 2021 14:56
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dubes Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya halal bihalal dengan WNI di Selandia Baru. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dubes Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya halal bihalal dengan WNI di Selandia Baru. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Apa yang dilakukan mantan Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya layak ditiru. Selasa (28/12/2021) malam, Tantowi tiba di Jakarta sepulang dari Selandia Baru seiring berakhirnya tugas sebagai dubes di sana. Dia memilih karantina di hotel dan tidak menggunakan diskresi karantina di rumah.
ADVERTISEMENT
“Saya sudah tiba di Jakarta tadi malam. Penerbangan dari Wellington, kemudian transit di Singapura, kemudian lanjut Singapura-Jakarta. Sekarang saya dan keluarga sedang karantina di Hotel Mandarin selama 10 hari,” kata Tantowi saat dihubungi kumparan, Rabu (29/12/2021).
Sebagai dubes yang telah berakhir masa tugasnya, Tantowi tetap mendapatkan hak sebagai pejabat negara sampai proses kepulangannya berakhir dengan tuntas.
Mantan Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, saat boarding menuju Jakarta di Bandara Changi, Singapura. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, saat boarding menuju Jakarta di Bandara Changi, Singapura. Foto: Dok. Istimewa
Saat transit di Bandara Changi, Tantowi juga mendapatkan layanan protokoler dari KBRI Singapura. Setibanya di Jakarta, Tantowi memilih untuk karantina di hotel sebagaimana kewajiban warga negara seusai tiba dari perjalanan luar negeri.
Tantowi bercerita saat dalam penerbangan Singapura-Jakarta, tepatnya menjelang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, dia bertemu dengan teman lama yang juga seorang pejabat negara.
ADVERTISEMENT
“Dia tanya saya, apakah saya dan keluarga akan masuk karantina. Saya jawab: Ya, dong,” kata Tantowi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saya tanya balik ke yang bersangkutan, apakah dia sekembali dari Singapura akan juga karantina. Jawab dia: secara official memang begitu, tapi bisa diatur, lah. Saya shock, namun tetap mencoba untuk tenang dengan jawaban tersebut dan berharap dia juga melakukan karantina seperti saya,” imbuh mantan anggota DPR dari Partai Golkar ini.
Terkait keputusan memilih karantina di hotel ini, Tantowi teringat pada sosok Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Foto: MARTY MELVILLE/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Foto: MARTY MELVILLE/AFP
“PM Ardern tidak pernah mau melakukan perjalanan ke luar negeri, karena ketika kembali dia harus masuk karantina dulu dua minggu, dan sekarang seminggu, yang buat dia itu berat,” ucap mantan Dubes yang juga dikenal sebagai penyanyi Country ini.
ADVERTISEMENT
Di Selandia Baru, pejabat negara, bahkan orang nomor satu di negeri itu, tetap harus menjalankan karantina sebagaimana warga biasa.
“Ada cerita menarik lagi. Kejadian dua tahun lalu di Wellington. Malam Minggu, PM Jacinda Ardern dan partner-nya ingin ngopi di Olive, salah satu cafe terkenal di Wellington yang buka sampai larut malam. Sialnya cafe penuh dan dia tidak bikin reservasi," ungkap Tantowi.
"Jacinda dan partner-nya ditolak masuk oleh waiter. Mereka terpaksa ngeloyor pergi. Besoknya, jadi berita besar, karena ternyata kebetulan saat kejadian, ada wartawan yang lagi ngopi di sana. Ketika dimintai komentar atas kejadian tersebut, manajer cafe bilang semua pelanggan adalah raja. Dan Jacinda tidak pernah marah atas kejadian tersebut,” jelas Tantowi yang menjadi dubes di Selandia Baru hampir 5 tahun itu.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·