Tembok Kampus Politeknik Negeri Malang Ambruk, Warga Sempat Terjebak Material

27 Februari 2025 22:47 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tembok kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) sisi Jalan Terusan Kembang Turi, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ambrol, pada Kamis (27/2/2025). Foto: Dok. BPBD Kota Malang
zoom-in-whitePerbesar
Tembok kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) sisi Jalan Terusan Kembang Turi, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ambrol, pada Kamis (27/2/2025). Foto: Dok. BPBD Kota Malang
ADVERTISEMENT
Tembok kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) sisi Jalan Terusan Kembang Turi, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ambrol, pada Kamis (27/2). Akibatnya, jalan tersebut tertutup material.
ADVERTISEMENT
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
Kejadian ini bermula saat adanya rembesan air di saluran pembuangan yang berbentuk miring (plengsengan), di dalam konstruksi tembok hingga terbentuk jalur gelincir.
"Secara akumulasi, jalur gelincir membuat plengsengan terdapat retakan dan berongga. Kondisi ini diperparah dengan hujan intensitas lebat di Kota Malang yang terjadi belakangan ini," kata Prayitno saat dikonfirmasi, Kamis, (27/2).
Akibatnya, tembok pada bagian samping gedung Teknik Sipil kampus Polinema tersebut retak karena tergerus aliran air.
Hal ini membuat jalur gelincir serta rongga semakin besar dan menyebabkan tanah semakin labil.
"Puncaknya pada Kamis (27/2) sore hari sekitar pukul 14:30 WIB tanah sudah mencapai titik jenuh dan plengsengan tidak mampu lagi menahan beban sehingga mengalami longsor," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dampak dari ambruknya tembok tersebut membuat akses jalan dan dua rumah warga yang berada di sekitar lokasi tertutup material.
"Terdapat seorang warga yang terjebak di dalam rumah. Beruntung seorang warga yang terjebak sudah bisa keluar dengan upaya pembersihan/penyisihan material longsoran yang menutupi bagian depan rumahnya," ungkapnya.
Saat ini, petugas BPBD Kota Malang telah melakukan sterilisasi area dengan memasang garis barikade di lokasi kejadian.
"Rencana penanganan dilakukan besok pagi, Jumat, 28 Februari 2025 bersama pihak Kampus Polinema, DPUPRPKP, dan sebagainya," katanya.