Tempat Pelatihan untuk Teroris Milik JI di Semarang Rekrut Santri Berprestasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat  konferensi pers tentang kebakaran gedung Kejaksaan Agung di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat konferensi pers tentang kebakaran gedung Kejaksaan Agung di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Densus 88 Polri mengungkap temuan baru kasus pelatihan anak muda jadi anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Semarang, Jawa Tengah. Anak muda tersebut berasal dari pondok pesantren.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, JI merekrut santri dari berbagai pondok pesantren yang berprestasi untuk dijadikan kader. Mereka lalu menjalani pelatihan selama 6 bulan.

Entah bagaimana, para pelaku meyakinkan para santri untuk menjadi kader dan dilatih berbagai hal hingga menjadi bagian dari jaringan teroris JI.

“Peserta ada juga pelatih 8 orang digunakan melatih murid yang kita sebut bahwa dia mempunya jaringan ponpes (pondok pesantren) jaringan JI,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (28/12).

Ilustrasi Teroris Foto: Shutter Stock

Argo menyebut, setiap pesantren jaringan JI diambil 10 anak muda berprestasi. Mereka lalu diseleksi baik secara fisik maupun mentalnya yang dilakukan oleh tim JI.

“Yang kemudian diambil 10 besar. Ada yang dipilih melihat mentalnya, posturnya bagaimana dia ideologinya. Memang ada tim pengetesan yang diambil untuk murid,” ujar Argo.

kumparan post embed

Lebih lanjut, Argo mengungkapkan, anak muda tersebut dilatih bela diri, menggunakan senjata tajam, hingga merakit bom. Nantinya mereka akan dikirim ke Suriah.

“Konsep latihan di sana adalah bela diri tangan kosong, lempar pisau, menggunakan sajam berupa benda maupun samurai diberi pelatihan bagaimana merakit bom dan penyergapan,” ungkapnya.