Temuan Ahli Virologi di AS: Kasus Pertama Corona Pedagang di Pasar Hewan Wuhan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang menggunakan masker saat menawarkan udang untuk dijual di Pasar Baishazhou Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto: AFP/Hector RETAMAL
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang menggunakan masker saat menawarkan udang untuk dijual di Pasar Baishazhou Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto: AFP/Hector RETAMAL

Laporan baru soal asal usul virus corona diungkap seorang ahli virologi di Universitas Arizona, Amerika Serikat, Michael Worobey.

Pria asal Kanada itu menyebut, kasus pertama corona ditemukan di pasar hewan Wuhan. Penemuan tersebut dipublikasikan dalam artikel ilmiah di jurnal Science, Kamis (18/11).

“Jika sebelumnya diketahui pasien pertama [COVID-19] adalah seorang pria yang tak pernah mengunjungi pasar Wuhan tempat penjualan hewan liar dan domestik, ternyata, kasus pertama COVID-19 yang diidentifikasi adalah seorang wanita yang bekerja di pasar tersebut,” tulis Worobey, sebagaimana dikutip dari AFP.

Hampir dua tahun sejak COVID-19 merebak, asal-usul virus corona masih menjadi perdebatan. Berbagai teori pun muncul, mulai dari teori penyebaran dari hewan langsung ke manusia, hingga teori kebocoran lab.

Bagi Worobey, informasi terbaru mengenai pasien pertama serta analisisnya mengenai kasus-kasus awal di Wuhan, sangat berguna dalam meyakinkan teori virus SARS-CoV-2 berasal dari hewan.

Petugas berjaga di Pasar Ikan Huanan yang diisolasi akibat virus corona di Wuhan, China. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL

Dalam artikelnya, Worobey mengatakan penelitian soal awal mula wabah COVID-19 ini “menyajikan bukti yang kuat atas pandemi bermula dari pasar hewan hidup.”

Teori kasus pertama corona berasal dari pasar hewan mendapat berbagai kritik. WHO bahkan menyebut kasus pertama COVID-19 tidak berkaitan dengan pasar hewan.

Laporan WHO menjelaskan kasus pertama adalah seorang pria yang jatuh sakit sejak 8 Desember 2019. Kasus ini disebut tidak berkaitan dengan pasar Wuhan, karena dia tidak pernah mengunjungi lokasi tersebut.

Tetapi, menurut Worobey, pria tersebut ternyata baru jatuh sakit pada 16 Desember bukan 8 Desember seperti laporan WHO. Temuan itu berasal dari video wawancara yang ia temukan dan juga catatan riwayat medis pria tersebut.

Worobey mengatakan, pada 11 Desember 2019, tercatat satu wanita jatuh sakit. Dia diketahui bekerja di pasar hewan Wuhan sebagai pedagang. Oleh karenanya, kasus pertama COVID-19 yang teridentifikasi adalah wanita tersebut.

Ahli penyakit di Tim Investigasi WHO, Peter Daszak, mengacungkan jempol pada analisis Worobey tersebut.

“Tanggal 8 Desember itu adalah sebuah kesalahan,” ujar Daszak.

Aktivitas petugas medis saat mengevakuasi korban virus corona di Wuhan di Provinsi Hubei, China. Foto: STR / AFP

Lopran lainnya dari jurnali ilmiah Worobey adalah otoritas kesehatan setempat baru mengeluarkan peringatan waspada adanya penyakit mencurigakan pada 30 Desember 2019.

Hal tersebut akan menyebabkan adanya bias yang berakibat pada identifikasi lebih banyak kasus COVID-19 di berbagai lokasi termasuk pasar hewan di Wuhan. Menurut Worobey kasus awal corona memang sebagian besar berkaitan dengan pasar hewan Wuhan.

“Di kota berpenduduk 11 juta orang ini, setengah dari kasus-kasus awal berkaitan langsung dengan satu lokasi seluas lapangan sepak bola. Akan sangat sulit untuk menjelaskan pola tersebut, jika wabah [COVID-19] tidak bermula di pasar itu,” ujar Worobey kepada New York Times.