Temuan Baru Kasus Bullying Siswa SD di Pemalang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diah Indriyanti memberikan keterangan kepada awak media usai putranya menjadi korban bullying kakak kelas di SDN 1 Kebondalem, Pemalang.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Diah Indriyanti memberikan keterangan kepada awak media usai putranya menjadi korban bullying kakak kelas di SDN 1 Kebondalem, Pemalang. Foto: Dok. Istimewa

Polisi masih mengusut kasus meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib alias Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban bullying kakak kelas.

Terbaru, penyidik telah memeriksa enam saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami rangkaian peristiwa yang dialami Aqib sebelum meninggal dunia.

"Sudah enam orang saksi dan saat ini laksanakan pendalaman," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, dikonfirmasi, Sabtu (3/10).

Polisi Periksa Teman, Sekolah, dan Orang Tua Korban

Wildan mengatakan enam orang yang telah diperiksa berasal dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan korban.

"Teman korban, pihak sekolah, dan orang tua korban," kata Wildan.

Polisi kini masih fokus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap kasus tersebut. Wildan juga meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri sebelum proses penyelidikan selesai.

"Saya harap jangan ada asumsi-asumsi dari masyarakat yang nanti merugikan mereka karena ini kasus anak-anak," katanya.

Plt Bupati Pemalang Nurkholes memberikan keterangan kejadian bullying yang terjadi di SDN 1 Kebondalem, Pemalang. Foto: Dok. Istimewa

Aqib Sempat Dirawat 9 Hari

Kasus ini bermula setelah Aqib mengalami sakit perut pada 17 September. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Saat menjalani perawatan, Aqib disebut mengalami muntah berat hingga BAB berdarah. Kepada keluarga, Aqib kemudian bercerita pernah dipukul oleh tiga kakak kelasnya yang duduk di kelas 5 dan 6.

Aqib menjalani perawatan sekitar sembilan hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada Rabu (30/9).

Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock

Jenazah Telah Diautopsi

Polisi sebelumnya telah melakukan autopsi terhadap jenazah Aqib di RSUD Ashari, Pemalang, pada Kamis (1/10). Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah. Hasil autopsi tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyebab kematian Aqib.

Selain memeriksa saksi, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas. Namun, penyidik menyatakan sekolah tersebut belum memiliki CCTV.

"Sementara belum ada CCTV," kata Wildan.

Meski demikian, Wildan memastikan ketiadaan CCTV tidak menghambat penyelidikan.

"Insyaallah nggak (terhambat)," katanya.

Penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian Aqib maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan perundungan tersebut.