News
·
4 Januari 2021 21:37

Temuan Polri: JI Beri Santunan Jika Kader Muda yang Dikirim ke Suriah Meninggal

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Temuan Polri: JI Beri Santunan Jika Kader Muda yang Dikirim ke Suriah Meninggal (318054)
Ilustrasi Teroris Foto: Shutter Stock
Polri mengungkap temuan baru dalam sistem pengaderan Jemaah Islamiyah (JI). Keluarga akan diberi santunan bila anak muda yang dikirim ke Suriah meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, mengatakan, setiap kader yang dikirim ke Suriah dibekali surat wasiat. Hal itu untuk mengantisipasi bila anak muda tersebut meninggal di Suriah.
“Kemudian setiap kader muda JI ke Suriah. Bahwa dia sudah dibekali surat wasiat dibawa dipegang amir (pimpinan). Seandainya mati syahid, akan ditunjukkan ke keluarga,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/1).
Temuan Polri: JI Beri Santunan Jika Kader Muda yang Dikirim ke Suriah Meninggal (318055)
Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers terkait kasus teroris Jamaah Islamiyah (JI), di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Argo menyebut, setiap kader JI yang meninggal akan diberi santunan untuk keluarga. Santunan diberikan langsung oleh amir JI ke keluarga kader JI yang tewas.
“Pengurus JI akan memberi santunan ke keluarganya,” ujar Argo.
Sebelumnya diberitakan, Densus 88 mengungkap salah satu peran petinggi JI bernama Parawijayanto, yang ditangkap di Bekasi, Desember 2019 lalu. Wijayanto merupakan pimpinan tinggi JI setelah Abu Bakar Ba’syir.
ADVERTISEMENT
“Mulai membangun JI [tahun] 1993 Abdullah Sungkar, 1999 [dipimpin] Abu Bakar Ba’syir, dan 2005-2007 [dipimpin] Syahroni. 2008 kosong kepemimpinan. [Lalu pada tahun] 2008-2019 [dipimpin] Parawijayanto,” kata Argo.