Temukan Mortir Lalu Digerinda: Pemulung di Bekasi Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penemuan peluru mortir Foto: Taufik Ridwan/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penemuan peluru mortir Foto: Taufik Ridwan/ANTARA

Suara dentuman keras memecah keheningan Kampung Ujung Harapan, RT 01/02, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (23/11). Ledakan yang terjadi Minggu sore membuat warga panik berhamburan keluar rumah.

Dalam hitungan detik setelah dentuman itu, seorang pemulung bernama Dayat (30) ditemukan tergeletak tak bernyawa di belakang salah satu rumah warga. Tubuhnya tertelungkup, tidak bergerak, dan sebagian area sekitarnya dipenuhi serpihan logam.

Kapolsek Babelan, Kompol Wito, menjelaskan mortir tersebut ditemukan korban saat memulung pada dini hari. Korban yang bekerja bergantian dengan ayahnya membawa temuan itu pulang, dan berencana membongkarnya untuk mengambil kuningan di bagian dalamnya.

“Dia kerja malam, dapat barang itu saat memulung. Dibawa ke rumah mertuanya karena di sana ada alat gerinda yang lebih lengkap,” ujar Wito, saat dikonfirmasi, Senin (24/11).

Ketika proses pemotongan berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB, mortir itu meledak dengan suara keras. Ledakan menyisakan serpihan logam di sekitar TKP. Korban tewas di tempat akibat luka parah di bagian tubuhnya.

Setelah ledakan, aparat Polsek Babelan segera berkoordinasi dengan tim Penjinak Bom (Jibom) beserta Inafis polisi diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi area. Personel Brimob dan Polres Metro Bekasi turut dikerahkan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain di sekitar rumah tersebut.

“Lokasi sudah kami sterilkan. Alhamdulillah tidak ada korban lain dan barang lain yang bisa meledak. Tim Jibom dan Brimob juga melakukan pemeriksaan lanjutan kemarin,” pungkas Wito.

Suasana di lokasi ledakan diduga mortir di Kampung Ujung Harapan, RT 01/02, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (23/11). Foto: Dok. kumparan

Seperti Tabung Gas Meledak

Kholid (42), warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, menjadi salah satu yang pertama mendengar ledakan tersebut.

“Suaranya keras banget, ‘duar’ gitu. Awalnya saya kira gardu listrik meledak atau tabung gas warga,” ujarnya.

“Pas saya dekati, ternyata ada korban sudah tergeletak kaku. Saya langsung mundur. Ngeri banget,” katanya.

Keterangan lain datang dari Jeje, seorang tukang galon yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku melihat gumpalan asap hitam setelah dentuman.

“Jam 2-an kedenger meledak keras. Pas saya lihat, ada asap hitam naik. Begitu saya mendekat, korban sudah ditutupin petugas kesehatan biar warga nggak nyentuh,” kata Jeje.

Menurut dia, di dekat tubuh korban tampak benda menyerupai selongsong mortir.

“Kayaknya itu barang bekas mortir. Dia ngegerinda itu. Mungkin karena gesekan panas, akhirnya meledak,” jelasnya.

Jeje menambahkan, Dayat sehari-hari bekerja memulung dan diduga menemukan benda berbahaya itu saat mencari rongsok.

“Dia pemulung. Mungkin nggak tahu kalau itu bahaya. Ada beberapa potongan juga,” ujarnya.

Istri dan Keluarga Selamat

Suasana di lokasi ledakan diduga mortir di Kampung Ujung Harapan, RT 01/02, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (23/11). Foto: Dok. kumparan

Saat kejadian, istri korban beserta seorang iparnya yang masih berusia sekitar 10 tahun berada di lokasi. Keduanya selamat, meski berada tidak jauh dari titik ledakan.

Hingga kini, polisi masih menelusuri dari mana mortir itu berasal dan bagaimana bisa berada di area permukiman warga.