Tenda di Arafah Akan Dipasangi Nama, Pastikan Semua Jemaah Haji RI Bisa Masuk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj RI, Ian Heriyawan di Arafah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. MCH 2026
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj RI, Ian Heriyawan di Arafah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. MCH 2026

Persiapan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina terus digenjot. Di Arafah, tenda-tenda sudah dipersiapkan dan dilengkapi fasilitas untuk memudahkan jemaah beribadah.

Tahun ini, tenda di Arafah akan dipasangi daftar nama jemaah. Dengan demikian, diharapkan seluruh jemaah Indonesia dapat masuk ke tenda masing-masing dan tidak ada yang tertinggal.

"Diharapkan nanti di tiap-tiap tenda itu ada keterangan kapasitas jemaah. Selain itu, akan ditempel daftar kloter sekaligus daftar jemaah, sehingga kami ingin memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan melaksanakan ibadah haji dengan tenang dan khidmat," kata Dirjen Pelayanan Haji Kemenag RI Ian Heriyawan di Arafah, Arab Saudi, Sabtu (9/5).

Personel Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memeriksa tenda yang akan digunakan jamaah calon haji Indonesia di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (15/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Ian mengatakan kapasitas jemaah dalam satu tenda bervariasi. Ada potensi kloter yang terpisah tenda, namun dipastikan tidak akan berjauhan.

Di dalam tenda tersebut telah disediakan kasur untuk masing-masing jemaah dengan ukuran lebar 50 cm dan panjang 170 cm.

"Kalau kapasitas tenda itu bervariasi, ada yang luas dan ada yang tidak. Paling tidak ukuran tempat tidur lebar 50 cm dan panjang 170 cm itu harus sudah dapat menampung seluruh jemaah," ucapnya.

"Tadi kami pastikan bahwa di tiap tenda, walaupun kapasitasnya berbeda-beda, tetap dihitung agar setiap jemaah mendapatkan haknya berada di dalam tenda di Arafah," sambungnya.

Selain itu, fasilitas untuk jemaah haji lansia juga menjadi perhatian. Ian memastikan jemaah lansia dan disabilitas menjadi prioritas pelayanan.

"Untuk jemaah haji disabilitas dan lansia, tentu ini sudah menjadi komitmen kami untuk memberikan kepastian kenyamanan. Seperti tadi, kamar mandi dan fasilitas MCK juga sudah sesuai standar. Walaupun demikian, kami tetap akan mengecek keseluruhan fasilitas karena tadi baru beberapa sampel yang diperiksa. Mungkin lima hari ke depan kami akan melakukan pengecekan ulang sejauh mana kesiapan seluruh fasilitas. Yang pasti, hak jemaah harus tetap kami utamakan," pungkasnya.