Tentara AS Diizinkan Akses Empat Pangkalan Militer Baru di Filipina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara ASFoto: Kim Hong -Ji/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tentara ASFoto: Kim Hong -Ji/REUTERS

Amerika Serikat akan diizinkan mengakses empat pangkalan militer baru di Filipina. Kesepakatan itu tertuang pada perjanjian kerja sama militer baru yang rencananya diumumkan pada Kamis (2/2).

Kerja sama erat tersebut ditujukan untuk melawan pengaruh China di wilayah Indo-Pasifik. Seorang pejabat senior Filipina menyebut, kerja sama bakal disepakati saat lawatan Menteri Pertahanan AS Llyod Austin ke Manila.

"Akan ada persetujuan terkait penunjukan empat lokasi (pangkalan militer baru)," ucap pejabat tersebut seperti dikutip dari AFP.

Anggota Pasukan Khusus Korea Selatan dan AS saat menjalani latihan militer gabungan di pangkalan Angkatan Udara Gunsan, Gunsan, Korea Selatan. Foto: David J. Murphy/U.S. Air Force/DVIDS/Handout via REUTERS

Filipina dan AS telah lama menjalin aliansi kamanan dan sebuah perjanjian yang diteken pada 2014 atau EDCA. Dalam perjanjian itu AS diizinkan untuk menempatkan pasukannya ke lima pangkalan militer di Filipina.

AS juga diizinkan menyimpan peralatan dan perlengkapan di pangkalan-pangkalan tersebut.

Pada masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte implementasi ECDE sempat terhenti. Akan tetapi Presiden baru Filipina Ferdinand Marcos Jr berkeinginan menghidupkan kembali ECDE.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menyampaikan sambutan selama Dialog Tingkat Menteri 2+2 AS-India keempat di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, Senin (11/4/2022). Foto: Michael A. McCoy/Pool via Reuters

Rencananya mayoritas pangkalan baru akan berada di Pulau Luzon, wilayah Filipina terdekat dengan Taiwan. Di sana AS sudah punya akses ke dua pangkalan.

Sedangkan pangkalan sisanya akan berada di sebelah barat Palawan dekat Pulau Spratly. Daratan di Laut China Selatan adalah wilayah panas pertikaian China dan Filipina.

Menjelang pengumuman tersebut Menhan Austin memuji Filipina dengan menyebutnya sebagai sekutu kunci AS. Apresiasi itu disampaikan saat Austin bertemu Presiden Marcos.

"AS akan membantu membangun memodrenisasi kemampuan militer Filipina," ucap Austin.

Lawatan Menhan AS disertai rencana pengumuman kerja sama baru dilakukan setelah hubungan kedua negara renggang semasa pemerintahan Duterte. Eks penguasa Filipina itu lebih memilih mendekatkan diri dengan China.

Saat masa pemerintahan Duterte berakhir, suksesornya Marcos mengubah kebijakan sang pendahulunya.

Tindakan China yang memperkuat tekanannya ke Taiwan serta pembangunan pangkalan militer baru di Laut China Selatan, memicu Filipina kembali mendekat dengan AS.

Sampai sekarang sebanyak 500 tentara AS masih ditempatkan di Filipina. Mereka rutin menggelar latihan bersama sepanjang tahun.