Tentara Bayaran Wagner Memberontak, Kekuasaan dan Kekuatan Putin Rapuh?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin meletakkan bunga pada peringatan Kota Pahlawan Perang Patriotik Hebat melawan Nazi Jerman. Foto: Sputnik/Pavel Bednyakov/Kremlin via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin meletakkan bunga pada peringatan Kota Pahlawan Perang Patriotik Hebat melawan Nazi Jerman. Foto: Sputnik/Pavel Bednyakov/Kremlin via REUTERS

Tentara bayaran Wagner kembali ke markas pada Minggu (25/6). Itu terwujud usai Presiden Rusia Vladimir Putin setuju menghapus dakwaan pengkhianatan dan membiarkan bos Wagner hidup di pengasingan.

Sejumlah pengamat dan rival dari Barat menyebut kesepakatan yang dibuat Putin dengan bos Wagner Yevgeny Prigozhin, mencegah Rusia jatuh ke dalam krisis lebih dalam. Tapi, pemberontakan yang sempat pecah ini menunjukkan mulai rapuhnya kekuasaan Putin di Negeri Beruang Merah.

Pada Minggu (25/6) keamanan ketat masih berlaku di sekitar Moskow. Keberadaan samar dari Prigozhin masih menjadi salah satu alasan kenapa kondisi belum sepenuhnya kondusif di Rusia.

Pejuang kelompok tentara bayaran swasta Wagner berjaga di jalan dekat markas besar Distrik Militer Selatan di kota Rostov-on-Don, Rusia, 24 Juni 2023. Foto: Reuters

Prigozhin terakhir kali terlihat meninggalkan Rostov-on-Don dengan menaiki mobil SUV pada Sabtu (24/6). Di saat yang sama pasukan Wagner dilaporkan berhasil merebut markas militer.

Dari pelacakan yang dilakukan organisasi think tank di Washington, Institut untuk Studi Perang, Wagner bahkan sempat berada dalam jarak 330 kilometer dari Moskow.

Apa yang terjadi pada akhir pekan lalu di Rusia menurut pengamat politik Konstantin Kalachev menjadi bukti betapa rapuh kekuasaan Putin di Rusia hari-hari ini. Kejadian seperti itu tidak pernah terjadi di Rusia selama Putin berkuasa.

Pejuang kelompok tentara bayaran Wagner menarik diri dari markas Distrik Militer Selatan untuk kembali ke pangkalan, di kota Rostov-on-Don, Rusia, Sabtu (24/6/2023). Foto: Stringer/AFP

"Krisis institusi dan kepercayaan tidak banyak nampak di Rusia dan Barat pada hari-hari kemarin. Tapi hari ini semua jelas terlihat," kata Kalachev kepada AFP.

"Putin meremehkan Prigozhin, seperti dia meremehkan (Presiden Ukraina, Volodymyr) Zelensky sebelum ini. Dia bisa menghentikan ini hanya dengan menelepon Prigozhin, tapi dia tidak melakukannya," sambung dia.

Purnawirawan Marsekal Angkatan Udara Amerika Serikat, Philip Breedlove, turut menyampaikan analisisnya terhadap pemberontakan di Rusia. Eks Kepala Komando Eropa AS itu menyatakan, situasi yang terjadi menunjukkan degradasi dari kemampuan Rusia.

Founder perusahaan militer swasta Wagner, Yevgeny Prigozhin Foto: REUTERS

"Salah satu hasil, dalam 36 jam atau 48 jam, adalah bahwa institusi kami anggap sangat aman di Rusia perlahan terurai," jelas Breedlove.

"Seluruh institusi dan penampilan militer Rusia sudah jauh berkurang," sambung dia.

Menlu AS Antony Blinken saat diwawacarai oleh sejumlah televisi mengatakan, keretakan yang terjadi di Rusia nampak akibat pemberontakan Wagner.

"Kami lihat semakin banyak keretakan di fasad Rusia. Terlalu cepat memberi tahu secara detail ke mana mereka pergi dan kapan mereka selesai. Tapi, kami punya beberapa pertanyaan baru yang harus dijawab Putin dalam beberapa pekan atau bulan ke depan," jelas Blinken.