Tentara Israel Kembali Adang Konvoi UNIFIL di Lebanon

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
UNIFiL di Marka Garis Biru (Blue Line Marking), Lebanon Selatan. Foto: Dok UNIFIL
zoom-in-whitePerbesar
UNIFiL di Marka Garis Biru (Blue Line Marking), Lebanon Selatan. Foto: Dok UNIFIL

Insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan (UNIFIL) dengan tentara Israel (IDF) kembali terjadi. IDF mengadang konvoi kendaraan UNIFIL yang sedang mengarah ke markas UNIFIL di Naqoura.

UNIFIL dalam pernyataan tertulis pada Rabu (15/4) mengatakan, peristiwa pengadangan itu terjadi pada Selasa petang waktu setempat.

“Kemarin sore, sebuah konvoi rutin yang mengangkut penjaga perdamaian militer dan sipil, serta kontraktor penting, dari Beirut menuju markas UNIFIL dihentikan oleh personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) beberapa kilometer dari tujuan mereka di Naqoura,” ungkap UNIFIL.

instagram embed

UNIFIL menjelaskan, kendaraan berlogo PBB itu akhirnya diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

"Namun, para kontraktor lokal diminta kembali ke Beirut dengan pengamanan, meskipun konvoi tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan sepenuhnya, termasuk kehadiran mereka," beber UNIFIL.

Menurut UNIFIL, pengadangan ini bukan kali ini saja.

Bendera negara pengirim kontingen UNIFIL, pasukan perdamaian di Lebanon Selatan. Foto: Dok UNIFIL

“Ini bukan insiden terisolasi. Pembatasan serupa, baik melalui blokade fisik di jalan maupun pembatalan izin yang telah diberikan sebelumnya, telah mempengaruhi penjaga perdamaian maupun personel penting yang mendukung mereka,” jelas UNIFIL.

Bisa Ganggu Logistik Pasukan UNIFIL

Penjaga perdamaian UNIFIL memantau Garis Biru (Blue Line) dan berpatroli di dalam dan sekitar desa Meiss ej Jebel, Houla, dan Markaba, Lebanon selatan. 15 November 2025. Foto: Kandice Ardiel/PBB

UNIFIL mengatakan, tindakan-tindakan IDF ini menimbulkan kekhawatiran terkait ketepatan waktu pengiriman pasokan penting, termasuk makanan, bahan bakar, dan air, ke posisi-posisi UNIFIL, khususnya di sepanjang Garis Biru (Blue Line).

“Meskipun tantangan tersebut sejauh ini masih dapat diatasi, pembatasan pergerakan yang berkelanjutan berisiko melemahkan keberlangsungan operasi, termasuk kemampuan penjaga perdamaian untuk melaksanakan mandat pelaporan atas pelanggaran Resolusi 1701,” kata mereka.

Pasukan perdamaian UNIFIL dari kontingen Spanyol sedang patroli di Lebanon selatan tahun 2020. Foto: Dok UNIFIL

Resolusi 1701 adalah resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengatur gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan menyusul invasi Israel ke wilayah tetangganya itu.

Resolusi ini mengatur penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, memperkuat mandat UNIFIL, dan menetapkan Garis Biru (Blue Line) sebagai batas pemantauan.

“Kami kembali menyerukan kepada IDF untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan memenuhi kewajibannya dalam menjamin keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian, serta kebebasan bergerak bagi seluruh patroli dan konvoi logistik UNIFIL,” kata UNIFIL.

Pasukan tentara UNFIL di dekat kibbutz Israel Utara Misgav Am ketika tank tempur Merkava IV bermanuver. Foto: JALAA MAREY/AFP

Tank Merkava IDF Tabrak Konvoi UNIFIL

Pada 12 April 2026, UNIFIL juga mengeluarkan pernyataan adanya truk Merkava IDF yang menabrak kendaraan konvoi UNIFIL.

"Pada dua kesempatan hari ini, tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menabrak kendaraan UNIFIL dengan sebuah tank Merkava, dan dalam salah satu insiden menyebabkan kerusakan signifikan. Para tentara tersebut telah memblokir jalan di Bayada yang digunakan untuk mengakses posisi-posisi UNIFIL," ujarnya.