Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina Saat Bentrokan di Tepi Barat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara Israel berjaga-jaga selama protes menentang wilayah pendudukan pada kesempatan Hari Perempuan Internasional di desa Burqa, Tepi Barat, Nablus pada Senin (7/3/2022)
 Foto: Jaafar Ashtiyeh/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Tentara Israel berjaga-jaga selama protes menentang wilayah pendudukan pada kesempatan Hari Perempuan Internasional di desa Burqa, Tepi Barat, Nablus pada Senin (7/3/2022) Foto: Jaafar Ashtiyeh/AFP

Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun tewas ditembak di kepala oleh pasukan Israel. Penembakan itu terjadi pada Rabu (25/5/2022) pagi waktu setempat, setelah bentrokan di kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi remaja itu bernama Gaith Yamin. Pasukan Israel dikabarkan menembak Yamin di dekat Makam Yusuf, sebuah situs yang menjadi salah satu titik rawan pertikaian Israel-Palestina.

Militer Israel mengakui penembakan. Mereka mengatakan, pasukannya melakukan tembakan langsung ke ratusan warga Palestina yang melemparkan batu dan bom molotov ke tentara Israel.

Insiden bentrokan tersebut terjadi selama kunjungan jemaah Yahudi ke Makam Yusuf pada Selasa (24/5/2022) malam waktu setempat.

Beberapa orang Yahudi percaya Makam Yusuf merupakan situs pemakaman patriark Yahudi. Sedangkan orang Palestina mengatakan itu adalah tempat persemayaman seorang syekh.

Seorang tentara Israel berjaga-jaga ketika alat berat menghancurkan rumah keluarga Palestina, di selatan kota Hebron, Tepi Barat pada Rabu (9/3/2022) Foto: Hazem Bader/AFP

Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, pihaknya telah merawat sedikitnya 80 orang selama bentrokan di sekitar lokasi. Termasuk luka-luka akibat peluru tajam, peluru berlapis karet dan korban menghirup gas air mata.

Kementerian Pendidikan Palestina mengutuk pembunuhan itu dalam sebuah pernyataan. Kementerian juga menekankan perlunya mencegah pendudukan dan meminta pertanggungjawaban atas kejahatan keji.

Israel telah meningkatkan serangan di Tepi Barat sejak akhir Maret, menyusul serangkaian serangan mematikan di kota-kota lainnya.

Serangan itu sering memicu bentrokan. Setidaknya 46 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel atau warga sipil bersenjata sejak awal tahun. Korban termasuk militan, penyerang tunggal dan pengamat.

Penulis: Sekar Ayu.