Tentara Wanita Ukraina Diminta Pakai Hak Tinggi Saat Parade Militer

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara wanita Belarus berbaris sebelum melakukan latihan militer. Foto: Reuters/Vasily Fedosenko
zoom-in-whitePerbesar
Tentara wanita Belarus berbaris sebelum melakukan latihan militer. Foto: Reuters/Vasily Fedosenko

Keputusan Kementerian Pertahanan Ukraina dalam melatih tentara perempuan baris-berbaris menggunakan sepatu hak tinggi dikecam keras oleh sejumlah pejabat pemerintahan. Meski banjir kecaman, Kemenhan tetap membela keputusan mereka.

Tentara perempuan di Angkatan Darat Ukraina akan melaksanakan parade pada 24 Agustus mendatang pada peringatan 30 tahun kemerdekaan atas Uni Soviet.

Wanita mengenakan seragam Tentara Soviet Perang Dunia II saat parade militer Hari Kemenangan Ukraina di Kiev. Foto: Genya Savilov/AFP

Menurut portal berita resmi Kemenhan Ukraina, Army Inform, para tentara perempuan akan menggunakan sepatu hak tinggi pada parade tersebut.

“Mereka telah berlatih dua kali dalam sehari untuk menguasai langkah baris-berbaris dan kemajuannya sangat baik,” ujar Mayor Eugene Balabushka, seperti dikutip dari CNN.

Balabushka, dalam pernyataannya tersebut, turut mengkonfirmasi kabar bahwa para tentara akan menggunakan sepatu hak tinggi selama parade berlangsung.

Seorang kadet pada Institut Militer Taras Shevchenko National University of Kiev, Ivanna Medvid, mengungkapkan ia telah berlatih selama lebih dari satu bulan.

“Hari ini, untuk pertama kalinya, latihan dilakukan dengan menggunakan sepatu hak tinggi. Sedikit lebih sulit dibandingkan dengan menggunakan sepatu bot, tetapi kami tetap mencoba,” ujar Medvid.

Keputusan Kemenhan Ukraina ini memicu kemarahan sejumlah pejabat. Kemarahan muncul usai portal media lokal membagikan foto-foto yang dirilis oleh Kementerian tersebut.

Wakil Ketua Parlemen Ukraina, Elena Kondratyuk, bersama dengan sejumlah anggota partai lainnya mendesak Menteri Pertahanan Andrei Taran untuk melakukan evaluasi ulang keputusan tersebut.

Bahkan Wakil Perdana Menteri Integrasi Eropa dan Euro-Atlantik Ukraina, Menteri Kebijakan Masyarakat, Menteri Urusan Veteran, dan Delegasi Pemerintah untuk Kebijakan Gender, melakukan penandatanganan pernyataan gabungan untuk mengecam Kemenhan Ukraina.

“Sepatu dengan hak tinggi tidak cocok dengan kemampuan tempur para tentara, dan langkah ‘Prussian’ dalam sebuah parade dengan menggunakan sepatu tersebut dapat berisiko terhadap kesehatan penggunanya,” tulis pernyataan yang diunggah di media sosial pada Jumat (2/7) lalu.

Para pejabat juga telah mendesak Kemenhan Ukraina untuk mengganti sepatu hak tinggi itu menjadi sepatu yang sepantasnya dipakai saat parade. Pejabat Ukraina berencana menunjuk penasihat gender dan melakukan survei kepada para perempuan di sektor tersebut untuk mengetahui tingkat kepuasan mereka dalam kondisi pekerjaan.

Banjir kritikan ternyata ditanggapi santai Kemhan Ukraina. Mereka malah mengunggah foto-foto tentara perempuan dari pasukan militer negara lain sebagai respons kritik.