Terang Kembali Hadir di Bandara Mutiara Palu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lampu di Bandara Udara Internasional Palu menyala.  (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lampu di Bandara Udara Internasional Palu menyala. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

Gempa 7,4 magnitudo di Palu, Sulawesi Tengah, mengakibatkan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu gelap. Bandara hanya dibuka diprioritaskan untuk membawa bantuan untuk korban gempa dan tsunami.

Pantauan kumparan, Rabu (3/10), hampir semua lampu di Bandara Mutiara Palu kembali menyala karena listrik sudah mulai mengaliri bandara. Aktivitas penerbangan mulai berjalan, meski masih belum pulih total.

Lampu di Bandara Udara Internasional Palu menyala.  (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lampu di Bandara Udara Internasional Palu menyala. (Foto: Mirsan Simamora/kumparan)

Sejumlah puing bangunan yang rusak mulai dibersihkan petugas, petugas bandara mulai memanggil penumpang pesawat komersial yang sudah diiznkan terbang dan mendarat di Bandara Mutiara Palu. Di sisi lain, pesawat hercules TNI AU terbang dan mendarat sepanjang hari.

Tidak jauh dari bandara, ratusan pengungsi masih bertahan di taman. Mereka bertahan hidup di tenda darurat bersama keluarganya. Di tenda tersebut, sama sekali tidak ada penerangan. Meski begitu, para pengungsi cukup nyaman berdiam di taman bandara.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Herry mengakui Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu mulai beroperasi sejak Rabu (3/10) siang. “Iya sudah,” kata Harry kepada kumparan.

Sejumlah pejabat juga sudah berdatangan ke Palu melalui Bandara Mutiara Palu. Mulai Presiden Joko Widodo, para menteri Kabinet Kerja, hingga pimpinan DPR, seperti Bambang Soesatyo dan Fadli Zon.