Terapkan Demokrasi Sehat, Anies-Cak Imin Terbuka dengan Segala Jenis Kritik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan (tengah) menyapa peserta saat menghadiri diskusi dan kalibrasi bersama pemuda di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/12/2023). Foto: Makna Zaezar/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan (tengah) menyapa peserta saat menghadiri diskusi dan kalibrasi bersama pemuda di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/12/2023). Foto: Makna Zaezar/Antara Foto

Calon presiden Anies Baswedan mengatakan bahwa pasangan calon nomor urut 1, Anies-Cak Imin (AMIN), akan selalu terbuka dengan sebuah gagasan.

Dalam acara Diskusi dan Kalibrasi yang dihadiri ribuan mahasiswa se Jawa Tengah dan Yogyakarta di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, ia menilai memiliki sikap terbuka pada sebuah gagasan merupakan poin terpenting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat di Indonesia.

"Demokrasi yang memberikan ruang atas gagasan dan atas gagasan untuk diasah, sehingga gagasan yang bergulir menjadi kebijakan adalah gagasan yang sudah diperdebatkan dengan sehat. Karena itu, kami percaya selama masa kampanye ini terbuka untuk berdiskusi soal gagasan," ujar Anies pada Minggu (24/12).

Calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato politiknya saat menghadiri diskusi dan kalibrasi bersama pemuda di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/12/2023). Foto: Makna Zaezar/Antara Foto

Menurut Anies, di balik sebuah karya terdapat suatu gagasan yang menjadi esensi sehingga menyebabkan karya tersebut lahir dengan maksud dan tujuan yang jelas.

"Di balik karya ada narasi, di balik narasi ada gagasan. Kalau karya tanpa narasi gagasan ujungnya hanya kerja, kerja, kerja saja yang belum tentu ada gagasannya belum tentu ada narasinya dan ketika ditanya mengapa dikerjakan jawabannya tidak ada," tukasnya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan seseorang yang menghasilkan karya tanpa gagasan yang jelas biasanya tidak akan tahan dengan sebuah kritik.

"Segala yang dibangun dengan gagasan dia sanggup berhadapan dengan kritik, karena dibalik karya ada gagasan. Ketika karya tanpa gagasan, maka kritik harus dihentikan, harus dimatikan, kritik harus dijauhkan karena karyanya tidak bisa dibahas. Itulah sebabnya kami terbuka dengan gagasan," pungkasnya.

(LAN)