Terbakarnya RSUD Soetomo: Dipicu Korsleting, 1 Pasien Meninggal
·waktu baca 4 menit

Kebakaran melanda RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (15/5) pagi. Akibatnya, puluhan pasien terpaksa dievakuasi petugas Damkar Kota Surabaya.
Berikut kumparan rangkum fakta-faktanya.
Dipicu Korsleting
Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan api berasal dari ruang farmasi lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung (PPJT).
"Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik pada kabel lemari es di ruang farmasi di lantai 5. Luasan yang terbakar kurang lebih berukuran 4 meter x 3 meter," kata Rokhim lewat keterangannya.
Rokhim menjelaskan, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pukul 06.38 WIB. Sebanyak 13 armada pemadam kebakaran dikerahkan.
Titik api ditemukan di lantai 5 yang merupakan ruang farmasi. Petugas pemadam kebakaran berupaya memecahkan sejumlah kaca menggunakan blower untuk mengeluarkan asap.
"Kami juga melakukan penanganan kebakaran dari luar," sambungnya.
Damkar juga memastikan rekam medis pasien aman dalam kebakaran ini.
Satu Pasien Meninggal
Selain itu, petugas juga mengevakuasi pasien di lantai 1, lantai 4, lantai 5, dan lantai 6. Total ada 36 pasien dievakuasi petugas damkar dan tim medis.
"Satu pasien dari lantai 6 dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Medis IGD RSUD dr. Soetomo atas nama Sutaji (46) asal Kabupaten Blora," kata Rokhim.
Kata RSUD soal Pasien Meninggal
Koordinator Evakuasi Pasien RSUD Dr Soetomo, dr Rizal, mengatakan Sutaji meninggal dikarenakan kondisinya memburuk. Ia merupakan pasien di lantai 6. Saat terjadi kebakaran, kondisi lantai 3 hingga lantai 6 penuh dengan asap pekat.
"Kami naik kondisi pekat lantai 3-6. Di lantai 6, kami temukan 2 pasien tersebut. Satu pasien kondisinya lebih buruk. Satunya lagi kondisinya lebih baik. Kami evakuasi bertahap keduanya. Pasien yang kondisinya baik kami turunkan ke resusitasi, sekarang sudah kembali ke ICU lain. Satunya lagi dinyatakan meninggal di resusitasi," ujar Rizal.
Rizal menuturkan, ada 38 pasien yang dievakuasi. Mereka dibawa ke ruangan tersisa yang masih kosong.
"Setelah evakuasi ke berbagai gedung, tersisa dua pasien kritis di ICU. Untuk mengevakuasi pasien tidak bisa sembarangan. Saya perlu tenaga ahli. Saya bersama enam orang lagi dan tim perawat naik ke atas. Kemudian koordinasi dengan koordinator di lapangan dari damkar karena kondisinya sangat pekat," imbuhnya.
Pasien Dipindahkan ke Ruang Lain
Tak kurang dari 36 pasien RSUD Dr Soetomo dievakuasi usai kebakaran. Mereka dipindahkan ke ruang lain yang lebih aman.
Kepala Instalasi PPJT, dr. Rerdyn Julario mengatakan, para pasien dipindahkan ke berbagai ruangan lainnya agar lebih aman.
"Ada yang dipindahkan di ROI, ICU, Graha Amerta, dan lainnya. Ke depannya tindakan gawat darurat akan dialihkan ke gedung lain, GPPT yang memiliki fasilitas cathlab. Jadi, apabila pasien butuh emergency kami arahkan ke sana," kata dr. Rerdyn, Jumat (15/5).
Saat ini pihak RS tengah berkoordinasi untuk kelancaran pelayanan PPJT.
"Satu atau dua hari ke depan pelayanan PPJT akan berpindah ke tempat lain. Kami saat ini sedang berkoordinasi," ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya memastikan semua pasien akan terkoordinasi dengan baik. Selain itu juga mendapatkan tempat yang layak.
Daftar Pasien yang Dievakuasi
Berikut daftar pasien yang dievakuasi pascakebakaran di RSUD Dr. Soetomo:
Lantai 1 (2 pasien):
Aji Wicaksono
Jumani (65 tahun)
Lantai 2 (5 pasien):
Gunawan Sapto (66 tahun)
Khalila (7 bulan)
Nono Budiarto (56 tahun)
Widianti (57 tahun)
Almas Abd. Rohman (40 tahun)
Lantai 3 (20 pasien):
Setia Budi (60 tahun)
Rohadi (63 tahun)
M. Toha (52 tahun)
Syamsyudin Yaqob (65 tahun)
Marsinah (59 tahun)
Totok Sugeng (62 tahun)
Siti Masyaroh (48 tahun)
Dwi Nur Rahma (55 tahun)
Asiyah (62 tahun)
Darma Yudha (30 tahun)
Sutria (76 tahun)
M. Ghozali (69 tahun)
Salis Hamida (52 tahun)
M. Ibrahim (74 tahun)
Nabat Ramsyah (73 tahun)
Anni Musriani (70 tahun)
Sutriadi
Badri
Ninik Sri Ekowati
Edy Lasmono
Lantai 4 (2 pasien):
Mafizah (12 tahun)
Choiriyah
Lantai 5 (1 pasien):
Muh. Safik
Lantai 6 (9 pasien):
Setiawati (52 tahun)
Sunawati (37 tahun)
Achmad Subaidi (46 tahun)
Kholili (49 tahun)
Hilda (17 tahun)
Suwanto (68 tahun)
Siti Fatimah (5 tahun)
Riski Sardi (32 tahun)
Sutaji (46 tahun) — meninggal dunia
