Terbukti Urai Macet, Rekayasa Lalin di Bundaran HI Diperpanjang Hingga 17 Juli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja melalukan persiapan dekorasi Jakarta Hajatan 495 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja melalukan persiapan dekorasi Jakarta Hajatan 495 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya akan memperpanjang kebijakan rekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga pekan depan, Minggu (17/7).

Syafrin menilai, kebijakan serupa yang telah dilakukan sepekan terakhir telah berhasil mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Hal ini terlihat dari kecepatan rata-rata kendaraan yang bertambah.

“Setelah dilakukan (rekayasa) itu terjadi peningkatan kecepatan kendaraan sekitar 6 persen dari 29 km (per jam) jadi 30 km (per jam). Mencermati hal ini, tentu uji coba kedua dilaksanakan hari ini selama 1 minggu ke depan dan terus dilakukan evaluasi,” kata Syafrin kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/7).

Adapun mekanisme rekayasa lalu lintas ini masih sama seperti pekan lalu, yaitu berlaku setiap pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB setiap harinya.

instagram embed

Menurut Syafrin, kebijakan ini masih akan dilakukan di sore hari sebab pergerakan kendaraan memang cenderung lebih tinggi.

“Pada saat sore hari, pergerakan membelok dari arah Jenderal Sudirman mengarah Imam Bonjol itu sangat tinggi, oleh sebab itu dilakukan manajemen rekayasa lalu Lintas berupa larangan pergerakan belok kanan dari jalan Jenderal Sudirman tepatnya di Bundaran HI,” jelas Syafrin.

Artinya hingga seminggu ke depan, setiap pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB lalu lintas dari arah Jalan Jenderal Sudirman yang hendak mengarah ke Jalan Imam Bonjol diarahkan untuk melakukan putar balik di Bundaran Patung Kuda atau di Kementerian Perhubungan.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/7/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Begitupun dengan lalu lintas dari arah Jalan Imam Bonjol yang hendak mengarah ke Jalan MH Thamrin diarahkan untuk melakukan putar balik di Jalan Jenderal Sudirman dengan melakukan putar balik di Landmark kolong Sudirman.

Untuk sepekan ke depan, Syafrin menjelaskan fokus evaluasi penguraian kemacetan akan ditambah di sejumlah titik.

“uji coba ini diperpanjang seminggu ke depan sambil melihat akses ataupun dampak manajemen dan rekayasa di simpang Bundaran HI terhadap simpang lain ataupun jaringan jalan yang paralel dengan itu contohnya, ada yang dari Rasuna Said Kuningan, kemudian ada juga di kawasan lain, itu terus kita lakukan evaluasi,” tuturnya.