Terdeteksi Suara di Dekat Area Hilangnya Kapal Selam Penjelajah Bangkai Titanic

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal selam Titan milik perusahaan OceanGate Expeditions saat mencari serpihan kapal Titanic di Samudera Atlantik. Foto: OceanGate Expeditions via AP
zoom-in-whitePerbesar
Kapal selam Titan milik perusahaan OceanGate Expeditions saat mencari serpihan kapal Titanic di Samudera Atlantik. Foto: OceanGate Expeditions via AP

Tim gabungan yang menggunakan sonar untuk mencari kapal selam wisata Titan yang sedang menuju lokasi bangkai Titanic mendeteksi 'suara-suara di bawah air' di perairan Atlantik Utara, pada Rabu (21/6).

Dikutip dari Reuters, informasi tersebut disampaikan oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat dalam cuitannya di Twitter. Namun, pencarian kapal selam bernama Titan yang hilang di perairan Newfoundland, Kanada, pada Minggu (18/6) ini belum membuahkan hasil.

"Operasi pencarian bawah laut dengan robot dialihkan ke area di mana suara-suara itu tampaknya berasal, tetapi masih belum ada tanda-tanda nyata dari kapal yang hilang," jelas mereka.

Adapun suara-suara itu terdeteksi pada Selasa (20/6) oleh pesawat milik tim penyelamat Kanada yang tergabung dengan AS dalam misi pencarian tersebut.

"Pesawat P-3 Kanada mendeteksi suara-suara di bawah air di area pencarian. Akibatnya, operasi ROV (kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh) dipindahkan dalam upaya untuk mengeksplorasi asal suara-suara tersebut," lapor Penjaga Pantai AS.

Sisa-sisa mantel dan sepatu di dasar laut dekat buritan Titanic yang ditemukan kapal selam Titan milik perusahaan OceanGate Expeditions di Samudera Atlantik. Foto: OceanGate Expeditions via AP

Mereka menambahkan, meski pencarian ROV belum membuahkan hasil tetapi misi ini terus berlanjut. Sementara data dari pesawat P-3 Kanada telah dibagikan kepada para ahli Angkatan Laut AS untuk menyusun rencana pencarian berikutnya.

New York Times melaporkan, tak lama sebelum Penjaga Pantai AS menginformasikan hal itu di Twitter, majalah Rolling Stone membeberkan kabar baik lainnya.

Mengutip email internal yang dikirim ke Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dikatakan bahwa pesawat Kanada yang terlibat dalam misi pencarian ini mendengar suara dentuman setiap 30 menit di dekat area menghilangnya kapal selam.

Pengumuman ini merupakan tanda yang paling menggembirakan โ€” dapat diartikan bahwa para penumpang di dalam kapal selam tersebut kemungkinan masih hidup.

Namun, waktu yang tersisa bagi para tim pencarian semakin menipis seiring dengan pasokan oksigen di dalam kapal selam yang diprediksi akan habis pada Kamis (22/6) pagi besok.

ROV (Kendaraan yang Dioperasikan dari Jarak Jauh) Jason Jr. memeriksa bangkai kapal Titanic, Juli 1986. Foto: Woods Hole Oceanographic Institution/Handout via REUTERS

Kapal selam Titan berteknologi tinggi itu dirancang untuk bisa menyelam hingga kedalaman 3.200 meter di bawah permukaan dan memiliki kapasitas oksigen selama 96 jam.

Menurut para ahli, tim penyelamat menghadapi kendala yang signifikan dalam menemukan kapal selam Titan dan menyelamatkan orang-orang di dalamnya.

Seorang profesor teknik kelautan di University College London, Alistair Greig, berpendapat jika kapal selam mengalami keadaan darurat di tengah penyelaman โ€” maka pilot kemungkinan besar akan melepaskan pemberat agar kapal bisa mengapung kembali ke permukaan.

"Namun, tanpa adanya komunikasi, menemukan kapal selam seukuran truk di Atlantik yang luas bisa menjadi tantangan tersendiri," ujar Greig.

Kapal selam wisata Titan yang berukuran sebesar truk ini dioperasikan oleh perusahaan wisata OceanGate. Untuk berwisata, penumpang ditarik tiket seharga Rp 2,7 miliar untuk perjalanan 8 hari menuju bangkai kapal Titanic di kedalaman 3.800 meter.