Terima Kasih Jokowi, Anak SD Bengkayang Kini Punya Tas dan Sepatu

Anak-anak SD di Sungkung Bengkayang, Kalimantan Barat, kini bisa lebih tersenyum menatap masa depan dari balik ruang kelas. Bantuan dari Presiden Joko Widodo berupa peralatan sekolah sudah mereka terima.
"Terima kasih Pak Presiden Joko Widodo yang telah berperan sebagai ayah yang telah memenuhi segala permintaan adik-adik untuk memiliki tas dan perlengkapan sekolah yang layak," ucap Anggit Purwoto melalui Instagramnya, @anggitpurwoto, Selasa (11/4).
Baca: Curahan Hati Anak Bengkayang Minta Tas ke Jokowi

Anggit adalah pengajar SD di Bengkayang, wilayah yang berbatasan dengan Malaysia. Anggitlah yang memposting video tentang anak-anak SD yang membutuhkan tas dari Presiden Jokowi, yang ternyata direspons Jokowi.
Baca: Jokowi Penuhi Permintaan Anak Bengkayang

Dia tak merinci kapan bantuan itu sampai, namun dia baru mempublikasikannya hari ini. "Terima kasih juga kepada para donatur yang telah terlebih dahulu langsung membantu mereka," lanjutnya.

Anggit bercerita bahwa bantuan yang sudah didapat dari para donatur sudah disalurkan kepada calon-calon siswa SD di 4 SD negeri yang berada di Desa Sungkung, juga siswa-siswa SD yang belum tercover oleh bantuan Pak Jokowi.
Calon siswa-siswi di Desa Sungkung tidak perlu takut lagi bersekolah, karena kalian tidak akan memakai kresek bekas lagi. Tidak takut lagi berjalan ke sekolah karena kaki mungil kalian sudah terlindungi.
Meski begitu, Anggit mengingatkan bahwa di pedalaman Indonesia lain masih banyak yang bernasib sama. Karena itu dia berharap bisa juga mendapat perhatian dari pemerintah.
Baca: Tas Hingga Peralatan Sekolah dari Presiden untuk Anak SD Bengkayang

"Jika tidak ingin ada jeritan-jeritan kembali yang hanya menuntut sebuah keadilan. Tindak lanjut untuk memperbaiki pendidikan di pedalaman harus cepat apalagi dengan anggaran pendidikan yang cukup tinggi," tuturnya.
"Semua ini tidak akan berjalan lancar tanpa rida-Nya. Karena di sini bukan kita yang hebat, hanya di sini Tuhan yang memudahkan urusan kita," tutup Anggit.

