Terinfeksi Corona, Pemimpin Gereja Ortodoks Serbia Meninggal Dunia

Pemimpin Gereja Ortodoks Serbia Patriarch Irinej meninggal dunia pada Jumat (20/11). Dia wafat karena terinfeksi virus corona.
Pria 90 tersebut diketahui terinfeksi COVID-19 pada 4 November 2020. Usai positif corona, Irinej langsung dilarikan ke Rumah Sakit Militer Beograd.
Saat pertama kali dirawat, Irinej merupakan pasien tanpa gejala. Kondisinya bahkan sempat membaik.
Namun, beberapa hari sebelum meninggal Irinej panas tinggi. Kondisinya semakin parah ketika didiagnosa menderita gangguan jantung kronis, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada Jumat ini.
“Kami akan mengkonfirmasi kepada publik sesegera mungkin kapan pemakaman akan dilakukan,” kata Gereja Serbia seperti dikutip dari AFP.
Virus corona menjadi masalah besar bagi gereja Ortodoks di Serbia. Pada akhir Oktober lalu pendeta berpengaruh di Gereja Ortodoks Montenegro, yang bertetangga dengan Serbia, meninggal karena COVID-19.
Sementara itu, Irinej terakhir kali terlihat di publik tiga hari sebelum dirawat di rumah sakit. Kala itu, dia memimpin pemakaman seorang pendeta gereja.
Acara pemakaman dihadiri ribuan orang. Tamu tidak menjaga jarak, bahkan beberapa pendeta yang hadir tak memakai masker.
Gereja Ortodoks Serbia selain terbesar juga sangat berpengaruh di negara Balkan itu. Sebab, mayoritas penduduk Serbia mengaku sebagai pengikut Gereja Ortodoks.
