Terkuaknya Pembunuhan Wanita di Citarum: Berawal Curhat ke Atasan-Harta Dirampas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang pelaku pembunuhan DO, pegawai minimarket yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tampang pelaku pembunuhan DO, pegawai minimarket yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang. Foto: kumparan

Polisi meringkus pelaku pembunuhan seorang wanita yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum, Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang pada Selasa (7/10).

Jasad wanita tersebut diketahui bernama Dina Oktaviani, berusia 21 tahun, warga Kecamatan Banyusari, Karawang.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Nazal M Fawwaz, mengungkap pelaku berinisial Heryanto (27), atasan kerja korban di sebuah minimarket Rest Area KM 72A Tol Cipularang.

"Bekerja sama dengan Resmob Polda Jabar, pelaku kami amankan di tempat kerjanya di minimarket Rest Area KM 72A pada Hari Rabu, 8 Oktober sekitar pukul 18.00 WIB," kata Nazal saat jumpa pers di Polres Karawang, Kamis (9/10).

Berawal dari Curhat

Nazal mengungkapkan, kasus itu berawal saat korban sebelumnya kerap curhat kepada pelaku soal masalah percintaan. Ketika itu korban meminta dicarikan 'orang pintar' agar bisa membuat korban melupakan mantan pacarnya.

Pelaku lalu menawarkan diri membantu korban. Oleh pelaku, korban diminta datang ke kediamannya di Kecamatan Cibatu, Purwakarta pada Senin (6/10) petang. Namun malah dibunuh, mayat korban lalu dibuang ke Sungai Citarum.

Adapun motif kejahatan ini adalah "motif ekonomi". Pelaku menguasai harta benda korban.

Pengakuan Pembunuh Wanita di Sungai Citarum: Awalnya Mau Tolong, tapi Khilaf

Evakuasi jenazah perempuan yang ditemukan di Sungai Citarum, Karawang, Selasa (7/10/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kepada polisi, Heryanto berdalih awalnya tak berniat menghabisi korban. Dia mengungkap awalnya korban sering curhat soal asmara. Korban meminta dicarikan 'orang pintar' agar bisa melupakan mantan pacarnya.

"Jauh-jauh hari dia (korban) cerita, 'Pak, saya pacaran sama dia, tapi udah enggak ada rasa lagi sama saya'. Ya intinya supaya si cowoknya mau lagi, kalau enggak pun pengin diobatin supaya saya lupa, nggak ada rasa'. Terus kebetulan saya dekat sama orang-orang yang bisa dimintain pertolongan kayak hal mistis. Intinya, tertarik si korban [memakai jasa 'orang pintar']," ujar Heryanto dalam video penangkapan yang diterima kumparan, Kamis (9/10).

"Saya bilang, 'Neng yaudah nanti kita jadwalin kapan bisa'. Ketemulah di situ, janjian dulu. Saya enggak ada niatan aneh-aneh, niatnya bantu," tuturnya.

Pertemuan keduanya terjadi di depan sebuah minimarket dekat RS Amira Purwakarta pada Senin (6/10) sore. Dari sana, pelaku kemudian mengajak korban ke rumahnya.

Sempat Pinjam Rp 1,5 juta

Tampang pelaku pembunuhan DO, pegawai minimarket yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang. Foto: kumparan

Saat berbincang di rumah, Heryanto mengaku sempat meminjam uang kepada korban sebesar Rp 1,5 juta. Setelahnya, niatan membunuh itu pun muncul di benaknya.

"Waktu di rumah itu saya sempat pinjam uang Rp 1,5 juta karena posisinya kan saya nggak pegang uang. Dia sempat transfer ke saya. Setelah itu saya mulai kepikiran, rumah lagi sepi. Saya khilaf, Pak," ujar pria yang sudah berkeluarga ini.

Korban, kata dia, dibunuh dengan cara dicekik lantaran tergiur melihat barang berharga yang digunakan korban.

"Saya cekik dari depan, Pak. Awalnya saya nggak niat, tapi faktor ekonomi, saya tergiur sama barang-barang mewah yang (dia) pakai," sambungnya.

Tak berhenti di situ, pelaku juga mengaku memperkosa korban dalam keadaan sekarat. Barang-barang berharga milik korban berupa anting, cincin, kalung, dua HP dan motor pun digasak.

Setelah memperkosa dan membunuh korban, pelaku lalu memasukkan korban ke dalam kardus dan membuangnya di Jembatan Merah Bendungan Jatiluhur, Purwakarta.

Alfamart Terkait Kasus Karyawan Bunuh Karyawan di Karawang: Hukum Seadil-adilnya

Baik Dini dan Heryanto merupakan sesama karyawan dari minimarket Alfamart.

Atas insiden itu, Alfamart menanggapi kasus tersebut, dan memberikan dukungan penuh terkait kasus hukum yang tengah berjalan, serta menyesalkan tragedi tersebut.

"Keluarga besar Alfamart menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang keluarga besar kami, Dina Oktaviani, karyawan toko Alfamart yang bertugas di Rest Area KM 72A, Kabupaten Purwakarta," kata Senior Public Relations and Sustainability Manager at PT. Sumber Alfaria Trijaya, Eries Estrada, lewat keterangannya, Kamis (9/10).

Selain itu, Alfamart mengecam tindakan yang dilakukan Heryanto. Begitu pula dengan dukungan mereka terhadap penegakan hukum yang berlaku. Manajemen juga belum mengambil keputusan terkait nasib kepegawaian Heryanto.