Terlalu Tua, Antonov AN-3 Tak Diizinkan Angkut BBM ke Pelosok Papua

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Antonov An-3 (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Antonov An-3 (Foto: Wikimedia Commons)

Pesawat Antonov AN-3 yang melayani rute penerbangan ke pedalaman Papua tak bisa mengangkut BBM untuk program BBM Satu Harga karena terganjal izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pesawat tersebut dinilai tidak layak untuk pengangkutan BBM karena faktor usia. Kemenhub enggan memberikan izin dengan pertimbangan keselamatan penerbangan.

"Concern kami di Kemenhub adalah jaminan keselamatan, pesawat harus sesuai ketentuan sehingga betul-betul laik," kata Kepala Bagian Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agoes Soebagio, kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (15/10).

Apalagi medan yang harus dilalui untuk distribusi BBM ke pelosok Papua tergolong berat. Yang diangkut pun BBM. Jadi pesawat harus benar-benar prima.

"Daerah Papua sudah sulit, kami harus jamin keselamatan penerbangan," tegas Agoes.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung program BBM Satu Harga, tidak ada maksud untuk mempersulit. "Kalau memenuhi syarat, pasti pesawatnya kita kasih izin," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Lenis Kogoya menuding penyaluran Bahan Bakar Minyak menggunakan pesawat di wilayah Nabire, Papua, masih terhambat izin Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi. Hal ini diklaimnya membuat kebijakan BBM satu harga di Papua belum efektif.