Terminal Wonogiri Antisipasi Lonjakan Pemudik yang Curi Start dari Jabodetabek

Kepala Terminal Induk Giri Adipura Krisak Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, memperkirakan ratusan perantauan dari Jabodetabek akan mudik ke Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada Rabu-Kamis (22-23/4) atau sebelum diberlakukan larangan mudik oleh pemerintah pusat per tanggal 24 April.
Antisipasi adanya penularan COVID-19 dari pemudik zona merah, Pemkab Wonogiri menerapkan screening ketat di masing-masing kecamatan.
"Pastinya masih ada pemudik dari Jabodetabek asal Wonogiri yang turun dari terminal selama dua hari ke depan (Rabu dan Kamis) sebelum larangan mudik diberlakukan," ujar Agus kepada kumparan, Rabu (22/4).
Agus mencatat data pemudik dari Jabodetabek asal Wonogiri yang turun dari terminal pada Selasa (21/4) pukul 00.00 WIB, sebanyak 576 orang. Jumlah tersebut mengalami sedikit kenaikan dibandingkan pada Senin (20/4) sekitar 400 orang.
Ia mengatakan pemudik asal Wonogiri yang menggunakan kendaraan pribadi roda empat dan sepeda motor sebenarnya juga ada. Namun, tidak masuk ke dalam terminal sehingga tidak bisa dilakukan pencatatan.
"Jumlah pemudik Wonogiri pada akhir April ini tidak sebanyak pada data pemudik bulan Maret lalu. Sebelum ada larangan mudik dari pemerintah, ribuan orang sudah mudik duluan.
Data Terminal Induk Giri Adipura tanggal 15 Maret sampai tanggal 21 April, kata Agus, pemudik Jabodetabek asal Wonogiri sebanyak 39.633 orang, dengan jumlah 2.490 bus masuk terminal. Sementara data masyarakat yang kembali ke Jabodetabek sebanyak 23.812 orang.
"Screening bagi pemudik zona merah COVID-19 tetap dilakukan, tetapi tidak di terminal. Pendataan dan pemeriksaan kesehatan pemudik dilakukan di masing-masing puskesmas di kecamatan untuk mencegah penularan virus Corona," tutup dia.
******** (Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona) *** Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
