Ternyata Repan Baduy Cuma Dirawat di Pos Sekuriti RS, Luka Tak Dibersihkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Warga Baduy Dalam, Repan, sempat tak dilayani dengan baik ketika meminta pertolongan ke sebuah rumah sakit yang ada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta. Repan tak mendapat pelayanan karena tak memiliki KTP dan masih berusia 16 tahun.

Repan mengaku hanya dilayani di luar rumah sakit dan tak diminta masuk ke dalam rumah sakit. Di sana, luka pada tangan kiri akibat sabetan senjata tajam pelaku begal bahkan tak dibersihkan oleh pihak rumah sakit. Luka itu langsung dililit perban.

"Henteu dirawat ka jero ngan di luar hungkul, pas di sekuritina (gak dirawat di dalam hanya di luar rumah sakit sana, di sekuritinya)" kata dia saat ditemui di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Rabu (5/11).

"Henteu dibersihan langsung dibungkus wae kitu. Tadina kan urang datang kadinya menta tulung soalna kan urang teu boga surat izin, teu boga KTP ti Baduy (gak dibersihkan langsung dibungkus saja. Tadinya kan saya datang ke situ minta tolong soalnya kan saya tidak punya surat izin, tidak punya KTP dari Baduy)" lanjut dia.

Setelah itu, sambung Repan, pihak rumah sakit itu malah meminta Repan untuk menuju ke RSCM. Dikarenakan kebingungan, Repan memilih untuk menuju ke rumah pelanggan madunya yang bernama Johan Chandra atau dikenal Nello di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Urang langsung leumpang ka arah Monas terus langsung kadieu (saya langsung jalan kaki ke arah Monas terus langsung ke sini rumah Pak Nello)" ujar dia.

Repan dibegal di kawasan Cempaka Putih. Akibat dibegal, Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai senilai Rp 3 juta. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan sudah memeriksa CCTV setempat.