Ternyata Serangan AS Tidak Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran
ยทwaktu baca 2 menit

Laporan rahasia awal intelijen AS menyimpulkan serangan terhadap Iran hanya memperlambat pengembangan program nuklir beberapa bulan saja. Hal ini berbeda dengan klaim Presiden Donald Trump yang menyebut serangan AS menghancurkan nuklir Iran.
Menurut sumber yang punya akses ke Badan Intelijen Pertahanan (DIA). Serangan pada akhir pekan lalu tidak sepenuhnya menghilangkan sentrifus atau persediaan uranium yang diperkaya Iran.
Laporan itu, dikutip dari Reuters, Rabu (25/6), pengeboman dan serangan rudal cuma menutup pintu masuk ke beberapa fasilitas tanpa menghancurkan bangunan di bawah tanah.
Saat ini kegagalan AS tersebut menjadi laporan utama di media-media besar di Negeri Paman Sam. Trump pun diketahui marah dan menyebut media seperti CNN dan The New York Times bermaksud merendahkan serangan militer.
Trump mengaku bermasalah dengan tajuk laporan yang mengatakan serangan AS ke Iran hanya menunda program nuklir beberapa bulan.
"SITUS NUKLIR DI IRAN SEPENUHNYA HANCUR!" kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Adapun juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengkonfirmasi keaslian asesmen DIA. Tapi, Leavitt menyebut asesmen itu salah besar dan diklasifikasi sebagai 'sangat rahasia', dan tetap dibocorkan untuk melemahkan Trump dan mendiskreditkan operasi militer.
"Semua orang tahu apa yang terjadi ketika anda menjatuhkan 14 bom seberat 30 ribu pound dengan sempurna pada target: pemusnahan total," kata Leavitt di X.
Sementara utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steven Witkoff, memberikan komentar terkait laporan itu lewat wawancara di Fox News.
"Laporan yang dalam beberapa hal menunjukkan bahwa kami tidak mencapai tujuan itu benar-benar tidak masuk akal," kata Witkoff.
Witkoff kembali menegaskan bahwa fasilitas nuklir di Natanz, Isfahan, dan Fordo telah dihancurkan.
"Ketiganya tempat itu sebagian besar sentrifusnya hancur atau rusak. Hampir mustahil bagi mereka untuk menghidupkan kembali program itu untuk -- dalam pandangan saya dan pandangan ahli-ahli lain yang telah melihat data mentahnya, membutuhkan waktu bertahun-tahun," katanya lagi.
Sebelumnya, Trump menyebut serangan Israel ke situs nuklir Iran sebagai keberhasilan yang spektakuler. Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga menyatakan AS telah menghancurkan program nuklir Iran.
Sementara, pemerintah Iran mengatakan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kelanjutan program nuklir.
"Rencana untuk memulai kembali [pengembangan nuklir] telah disiapkan sebelumnya, dan strategi kami adalah memastikan produksi dan layanan tidak terganggu," kata kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah.
Penasihat Ayatollah Ali Khamenei juga menyatakan Iran masih memiliki pasokan pengayaan uranium.
"Permainan belum berakhir," katanya.
