Teror Beruang di Jepang, Polisi Dapat Izin Tembak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) berlatih memasang perangkap beruang di Kazuno, Prefektur Akita, Jepang, Rabu (5/11/2025). Foto: Tom Bateman/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) berlatih memasang perangkap beruang di Kazuno, Prefektur Akita, Jepang, Rabu (5/11/2025). Foto: Tom Bateman/REUTERS

Teror serangan beruang membuat Pemerintah Jepang mengizinkan aparat keamanan menembak hewan tersebut. Perintah itu datang seiring dengan revisi aturan penggunaan senjata yang diumumkan pada Kamis (6/11).

Sejak 1 April 2025, beruang liar di Jepang telah membunuh 13 orang — jumlah ini dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut berbagai ahli, lonjakan serangan beruang disebabkan oleh hilangnya habitat, perubahan iklim, menurunnya populasi mangsa alami, serta beberapa faktor lingkungan lainnya.

Revisi aturan penggunaan senjata disepakati setelah laporan menunjukkan bahwa senjata pelumpuh beruang yang selama ini digunakan aparat tidak cukup ampuh.

“Unit polisi antihuru-hara akan dikerahkan ke kawasan utara, termasuk Prefektur Iwate dan Akita, tempat serangan banyak terjadi,” ujar Badan Kepolisian Nasional Jepang seperti dikutip dari AFP.

“Mereka akan mendapat panduan dari asosiasi pemburu lokal mengenai habitat beruang sebelum memulai operasi pada 13 November,” sambung pernyataan tersebut.

Sehari sebelumnya, untuk membantu penanganan, Jepang telah mengerahkan tentara. Namun, tentara tidak dilengkapi senjata berburu, melainkan hanya cairan penangkal beruang, peralatan perlindungan, dan jaring pengaman untuk menangkap hewan tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sedang menyiapkan rancangan kebijakan nasional untuk menangani krisis serangan beruang yang meningkat tajam tahun ini.