Teror Bom di Sekolah Internasional Tangerang Dikirim Pakai Kode Nomor HP Nigeria

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan ke sekolah internasional di Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Selasa (7/10/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan ke sekolah internasional di Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Selasa (7/10/2025). Foto: Dok. Istimewa

Teror bom terhadap dua sekolah internasional di wilayah Tangerang masih dalam penyelidikan polisi. Salah satu sekolah yang menerima pesan tersebut adalah Jakarta Nanyang School yang berada di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Pesan tersebut diterima pada hari ini, Selasa (7/10) sekitar pukul 05.20 WIB. Pesan tersebut diterima manajemen sekolah melalui aplikasi WhatsApp. Pesan menggunakan kode +234 yang berasal dari Nigeria.

"Pesan diterima pihak manajemen pada pagi hari, kami langsung ke lokasi melakukan penyisiran dan sterilisasi. Hasilnya tidak ditemukan benda bahan peledak atau bom yang dimaksud," kata Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang.

Pesan Berisi Ancaman dan Permintaan Sejumlah Uang

Pesan tersebut berisikan ancaman akan meledakkan perangkat yang sudah dipasang apabila tidak mengirimkan sejumlah uang dalam bentuk Bitcoin.

Berikut pesannya:

A message for EVERYONE. We have bombs in your school. The bombs are set to go off in 45mins. If you do not agree to pay us $30,000 to our bitcoin address below:

17TbLtoK4kojSn4sSogJuZgRzv-Tx1Qi4XT

If you do not send the money! We will blow up device immediately.

Call the POLICE, We will blow up device at the spot

Polisi Kejar Pelaku

Dengan adanya ancaman tersebut, Polres Tangerang Selatan berkoordinasi dengan Direktorat Cyber Polda Metro Jaya melakukan pengejaran pada pelaku. Asal pesan pun akan dideteksi.

"Terkait pesan yang ada, kami sedang selidiki. Mohon waktunya. Saat ini Polres Tangsel dan Direktorat Cyber Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan lanjut untuk mengetahui keberadaan pelaku," ungkap Victor.