kumparan
4 Juni 2018 15:00

Teroris di Unri Memiliki Hubungan Dekat dengan Penyerang Mapolda Riau

Petugas menyisir lokasi TKP Mapolda Riau. (Foto: dok. Winahyu Dwi Utami (kontributor riau))
Kepolisian Daerah Riau mengungkap hubungan antara Muhammad Nur Zamzam, terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau dengan pentolan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Mursalim alias Pak Ngah yang menyerang Mapolda Riau beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Pekanbaru mengatakan bahwa salah satu bukti hubungan dekat antara keduanya ditandai dengan rencana penyerangan ke Mapolda Riau beberapa waktu lalu pada Rabu (16/5) lalu.
Saat itu, kata Sunarto, Pak Ngah --yang tewas dilumpuhkan timah panas dalam serangan tersebut-- sempat memesan bom kepada Zamzam untuk digunakan menyerang Mapolda Riau.
"Namun demikian, dijawab Z (Zamzam) ada agenda lain. Sehingga permintaan belum dipenuhi," kata Sunarto dilansir Antara.
"Kemudian kalau dikaitkan Z pernah dimintai pesanan bom oleh Pak Ngah, tentu mereka punya hubungan spesial. Dekat. Tidak mungkin kalau tidak dekat bisa pesan bom," lanjutnya.
Penggeledahan barang yang mencurigakan (Foto: Antara/Rony Muharrman)
Meski begitu, dia mengatakan Polisi masih terus mendalami keterangan dari Zamzam, dan dua rekannya yakni Rio Bima Wijaya dan Grandi Saputra yang saat ini masih ditahan di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru.
ADVERTISEMENT
Keterangan itu, lanjut Sunarto, digunakan untuk menentukan status Rio dan Grandi yang saat ini masih sebagai saksi, sementara Zamzam terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.
Lebih lanjut, Sunarto menjelaskan bahwa dari penggerebekan dan penangkapan Sabtu (2/6), Polisi turut menyita sejumlah barang bukti lain, selain empat bom, bahan peledak serta busur dan anak panah. Barang bukti itu adalah buku-buku dan video yang berkaitan dengan ISIS.
"Iya ada beberapa (bukti video dan buku terkait ISIS). Sudah diamankan," tuturnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan