Terowongan Era Belanda Sepanjang 480 Meter Ditemukan di Proyek Bendungan di Bali

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terowongan yang ditemukan di Bendungan Tambalangan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Terowongan yang ditemukan di Bendungan Tambalangan. Foto: Dok. Istimewa

Sebuah terowongan tua dengan panjang sekitar 480 meter ditemukan di proyek pembangunan Bendungan Tamblang, Desa Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Terowongan ini diduga dibangun saat zaman Belanda.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan terowongan ini ditemukan oleh ahli geologi pembangunan Bendungan Tamblang, Sabtu (21/11) lalu. Saat itu, mereka melakukan penggalian sedalam 40 meter untuk membuat pondasi di area genangan waduk.

Terowongan yang ditemukan di Bendungan Tambalangan. Foto: Dok. Istimewa

Dari hasil penelusuran, terowongan ini memiliki panjang sekitar 480 meter, lebar 70 meter, dan tinggi 170 meter. Terowongan tersebut diperkirakan memiliki dua jalur.

Peneliti menemukan sebuah lubang dengan ukuran yang sama di daerah hilir, tak jauh dari areal proyek bendungan Tamblang. Jalur kedua tersebut belum bisa ditelusuri karena sudah mulai runtuh.

"Menurut penuturan para tetua di Desa Sawan, terowongan tersebut telah ada sejak zaman Belanda yang dibuat sebagai saluran irigasi. Rencananya dibuat sampai Desa Jagaraga, namun karena menemui bebatuan yang keras sehingga tidak dilanjutkan," kata Dody, Jumat (4/12).

Denah terowongan yang ditemukan di Bendungan Tambalangan. Foto: Dok. Istimewa

Pihak Pemprov Bali masih berdiskusi untuk mengambil langkah lanjutan atas temuan ini. Sebagian jalur terowongan diperkirakan akan berdampak pada kebocoran saluran.

Namun, Dody meminta kepada Pemprov sebagian jalur yang tidak berdampak pada bendungan agar dibuat sebagai cagar budaya dan destinasi objek wisata.

denah terowongan yang ditemukan di Bendungan Tambalangan. Foto: Dok. Istimewa

Dody juga mengimbau warga dan ahli geologi untuk menghubungi dirinya jika barang purbakala ditemukan di terowongan tersebut.

"Terhadap saluran terowongan yang tidak terkena dampak pembangunan kami usulkan untuk dapat dibuatkan akses jalan menuju lokasi sebagai warisan budaya yang akan menjadi daya tarik wisata di lokasi bendungan," kata dia.