Terpilihnya Azwar Anas, Mantan Bupati Banyuwangi yang Jadi MenPANRB Baru
·waktu baca 4 menit

Presiden Jokowi resmi melantik Abdullah Azwar Anas menjadi MenPANRB pada Rabu (7/9) di Istana Negara, Jakarta. Azwar Anas menggantikan Tjahjo Kumolo yang wafat pada 1 Juli 2022.
Mantan Bupati Banyuwangi itu dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 91B Tahun 2022 tentang pengangkatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Kabinet Indonesia Maju Tahun 2019-2024.
“Mengangkat saudara Azwar Anas sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Kabinet Indonesia Maju Tahun sisa masa jabatan 2019-2024,” demikian petikan Keppres yang dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Setneg Nanik Purwanto.
Hadir sejumlah pejabat negara dalam pelantikan itu, mulai dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Seskab Pramono Anung, serta para menteri lainnya.
Rekam Jejak Azwar Anas, MenPANRB Baru Pengganti Tjahjo
Azwar Anas memang kerap disebut sebagai Kepala Daerah Berprestasi. Bupati Banyuwangi dua periode itu sudah menyabet sejumlah penghargaan karena prestasinya.
Azwar Anas merupakan pria kelahiran 6 Agustus 1973 di Banyuwangi. Saat ini, dia menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sejak 13 Januari 2022.
Sebelum menduduki jabatannya yang sekarang, Azwar merupakan Bupati Banyuwangi dua periode, ia memimpin Kota wisata itu sejak 21 Oktober 2010 hingga 17 Februari 2021.
Dalam segi catatan organisasi, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama masa bhakti 2000-2003.
Sementara di bidang politik, Azwar pernah menjadi anggota MPR termuda yang dilantik saat usianya masih 24 tahun. Ia juga pernah menjadi Anggota DPR RI 2004-2009 saat masih berseragam PKB.
Selama menjabat sebagai bupati, Anas berhasil mengubah wajah Banyuwangi dengan berbagai inovasi. Di antaranya ditetapkan sebagai kabupaten terinovatif se-Indonesia dalam pengukuran indeks inovasi daerah oleh Kementerian Dalam Negeri.
Lalu kabupaten pertama yang meraih SAKIP (Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan) dengan nilai A, juara UNWTO (Badan PBB untuk Pariwisata) untuk kategori kebijakan publik bidang pariwisata terbaik di dunia, menginisiasi mal pelayanan publik pertama di Indonesia untuk tingkat kabupaten, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik, program Smart Kampung dengan digitalisasi desa, dan berbagai prestasi lainnya.
Di era kepemimpinan Anas, tingkat kemiskinan di Banyuwangi menurun hingga ke level 7,5 persen pada 2019 dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi juga meningkat pesat sekitar 140 persen dari hanya Rp20,86 juta (2010) menjadi Rp51, juta per tahun (2019).
Anas juga pernah dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), organisasi pemkab se-Indonesia.
Di LKPP, Anas membikin sejumlah terobosan untuk mempermudah penayangan produk di e-Katalog, sistem belanja yang dimiliki pemerintah. Sebelumnya, dalam setahun yang ditetapkan di Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022, target produk tayang di e-Katalog sebesar 95.000 produk. Sesuai instruksi Presiden Jokowi, jumlah produk harus mencapai 1 juta produk pada 2022. Dan saat ini telah menembus 1.070.752 produk (per 6 September 2022).
Jumlah penyedia/pelaku usaha kecil-menengah sebesar 14.548, telah melampaui jumlah penyedia non UKM sebesar 6.464 badan usaha. Artinya, pelaku usaha kecil-menengah yang ada di ekosistem e-Katalog sudah sekitar 69% dari total pelaku usaha di e-Katalog. Ini sesuai arahan Jokowi untuk terus mendorong keterlibatan UMKM pada belanja pemerintah.
LKPP juga telah melakukan freeze/pembekuan dan ”turun tayang” terhadap 13.733 produk impor yang telah ada substitusi produk dalam negerinya. Ini sesuai arahan Bapak Presiden untuk terus mengutamakan produk dalam negeri.
Alasan Jokowi Pilih Azwar Anas Jadi MenpanRB
Jokowi mengatakan, publik sudah banyak tahu seputar sosok Azwar Anas. Apalagi banyak inovasi yang dilakukan Anas dan membangkitkan pariwisata Banyuwangi.
“Banyak sekali yang saya lihat, saya lihat langsung ke sana inovasi-inovasi di bidang pelayanan publik, inovasi-inovasi di urusan KTP, urusan perizinan, dan bisa dilakukan di pasar di mal” kata Jokowi.
“Saya kira beliau termasuk yang pertama saat itu. Sehingga track record itu yang menyebabkan kita memilih Pak Azwar Anas,” imbuh Jokowi.
Jokowi mengatakan, Azwar Anas sudah sangat paham terkait seluk beluk reformasi birokrasi.
“Ya ini sekali lagi PANRB. RB-nya reformasi birokrasi. Jadi digarap secara cepat sehingga birokrasi kita menjadi birokrasi yang melayani, birokrasi dengan kedisiplinan yang tinggi. Beliau enggak usah di anu lah (diajarin),” ujar Jokowi.
“Enggak usah dipesen-pesen. Sudah ngerti apa yang harus dilakukan, sangat ngerti. Bukan ngerti, tapi sangat ngerti,” tegas Jokowi.
Azwar Anas Akan Digitalisasi Birokrasi
Abdullah Azwar Anas memiliki langkah-langkah yang akan dilakukan ketika menjabat. Secara garis besar, Anas mengaku harus menjabarkan dan mendukung visi misi Presiden Jokowi.
“Terutama untuk menyelesaikan target-target prioritas beliau termasuk misalnya target prioritas bagaimana birokrasi sungguh-sungguh terlibat dalam penanganan kemiskinan, stunting dan seterusnya,” ujar Anas.
“Kalau kita bagi habis, kan, bisa selesai. Intinya kami akan bekerja sesuai dengan arahan Bapak Presiden tadi termasuk birokrasi yang melayani,” tegas dia.
Lebih jauh, Anas mengaku birokrasi harus menuju next level yaitu digitalisasi. Menurutnya, digitalisasi harus dilakukan agar pelayanan bisa maksimal.
“Digitalisasi struktur, culture, dan kompetensi. Digitalisasi di tiga sektor ini sangat mendasar dan sesuai arahan Bapak Presiden. Apalagi sudah ada SPBE (Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik) dan kalau ini bisa dikoneksikan tentu hasilnya maksimal,” paparnya.
Secara konkret, Jokowi menyampaikan kepada Anas sudah banyak anggaran kemiskinan, misalnya ada Rp 520 triliun di 16 kementerian/lembaga. Ini perlu reformasi birokrasi agar menyentuh masyarakat.
