Terungkap PPATK Lapor soal PPDS Undip Sejak 2022 tapi Tak Digubris

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana di DPR, Jakarta, Rabu (26/6/2024). Foto: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga
zoom-in-whitePerbesar
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana di DPR, Jakarta, Rabu (26/6/2024). Foto: ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga

PPATK mengaku sudah mengirimkan laporan hasil analisis terkait Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro (Undip) ke KPK sejak 2020. Namun laporan itu tak digubris alias dicueki.

Hal ini terungkap saat Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, dicecar oleh Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, ketika menjalani tes wawancara Capim KPK.

"Tadi (pernyataan) pak Pahala menarik, 'Bagusnya semua kembali saling lapor'. Saya catat itu, bagus. Tapi faktanya laporan PPATK saja dicuekin banyak," kata Ivan di Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).

Ivan lalu mengambil contoh beberapa kasus yang sedang jadi sorotan belakangan ini. Termasuk soal adanya dugaan bullying berupa pungutan yang dibebankan ke mahasiswa baru PPDS Undip.

"Bapak paham kasus-kasus yang bubbling belakangan ini, begitu kita cek laporannya sudah banyak di KPK," ucap Ivan.

"Lalu PPDS itu yang terjadi di Undip itu kami sudah lapor di tahun 2022, di kampus lain, sistemik. Menunggu bunuh diri dulu baru kita bereaksi, gitu?" cecar Ivan.

Pahala Nainggolan mengikuti tes wawancara capim KPK di Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2024). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Merespons pertanyaan Ivan, Pahala mengakui laporan PPATK sangat berguna bagi KPK untuk mengungkap suatu perkara. Ia mencontohkan seperti kasus Rafael Alun Trisambodo hingga Andhi Pramono yang terungkap berkat laporan PPATK.

Namun, ia mengakui adanya miskoordinasi terkait penanganan laporan yang masuk dari PPATK ke KPK.

"Jadi saya mesti mengakui pak, bukan periode ini saja, periode sebelumnya pun laporan PPATK selalu beredar ke mana-mana, udah sempat disebut satgasnya," ujar Pahala.

"Dan saya janji pak, kalau saya terpilih, laporan PPATK saya akan prioritaskan," tegasnya.

video youtube embed