Terungkapnya Motif Alumni SMA di Bandung Pasang CCTV di Toilet Wanita
·waktu baca 3 menit

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menetapkan seorang remaja berinisial SADP (18) sebagai tersangka dalam kasus pornografi.
SADP memasang kamera tersembunyi di toilet perempuan SMAN 12 Bandung dan di sebuah vila di Lembang saat malam perpisahan sekolah. Aksinya itu saat ia masih berstatus siswa di sekolah itu.
Kasus itu kemudian terungkap setelah para korban membuat laporan. Ia kemudian ditangkap setelah berstatus alumni sekolah itu.
Berikut rangkuman kasusnya:
Tersangka merupakan alumni SMAN 12 Bandung, yang baru lulus pada 5 Mei 2025 lalu.
"Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menetapkan seorang remaja berinisial SADP (18), warga Kota Bandung, sebagai tersangka dalam kasus pornografi," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam keterangannya, Kamis (29/5).
Total ada 19 siswi yang menjadi korban, 7 siswi dari perekaman di sekolah dan 12 siswi dari kejadian di Vila Lembang.
Hendra menjelaskan, awalnya kasus di Lembang dilaporkan oleh seorang korban, yang menemukan adanya kamera tersembunyi di toilet perempuan saat acara perayaan kelulusan siswa kelas XII di sebuah vila di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 20 Mei 2025.
Kamera tersebut ditemukan tersimpan dalam kantong plastik hitam yang diletakkan di atas rak kamar mandi. Salah satu korban merasa curiga dan bersama peserta lain memeriksa galeri ponsel milik SADP yang menunjukkan adanya video aktivitas para korban di kamar mandi.
“Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah KTP atas nama SADP, 1 unit handphone Samsung M15 warna biru tua, dua unit device kamera, lima baterai untuk device kamera, dua unit ponsel, serta video rekaman yang di dalamnya ada korban dengan kondisi tidak berbusana maupun setengah berbusana." ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (29/5).
Motif untuk Onani
Hendra mengatakan, motif tersangka berasal dari dorongan seksual untuk digunakan sebagai konsumsi pribadi.
“Motif Tersangka merekam adalah untuk konsumsi pribadi akibat dari dorongan seks dan digunakan sebagai bahan untuk melakukan onani." ungkapnya.
Tak Hanya UU ITE, Tersangka 'Kamera Toilet' Bandung Juga Dijerat Pornografi-TPKS
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan, awalnya kasus di Lembang dilaporkan oleh seorang korban, yang menemukan adanya kamera tersembunyi di toilet perempuan saat acara perayaan kelulusan siswa kelas XII di sebuah vila di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 20 Mei 2025.
Kamera tersebut ditemukan tersimpan dalam kantong plastik hitam yang diletakkan di atas rak kamar mandi. Salah satu korban merasa curiga dan bersama peserta lain memeriksa galeri ponsel milik SADP yang menunjukkan adanya video aktivitas para korban di kamar mandi.
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah KTP an SADP, 1 unit handphone Samsung M15 warna biru tua, dua unit device kamera, lima baterai untuk devic kamera, dan dua unit ponsel.
“(Terdapat) video rekaman yang di dalamnya ada korban dengan kondisi tidak berbusana maupun setengah berbusana," ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (29/5).
Dari perbuatannya itu SADP dikenakan Pasal 29 Jo Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Selain di Villa Lembang, tersangka juga memasang kamera tersembunyi di toilet perempuan sekolahnya.
Untuk kasus perekaman di SMAN 12 Bandung, SADP dikenakan Pasal 14 ayat 1 UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang mengatur tentang kekerasan seksual berbasis elektronik, salah satunya tindakan perekaman yang bermuatan seksual tanpa izin untuk tujuan seksual. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara.
