TGB Bisa Tingkatkan Dukungan Pemilih Islam untuk Presiden Jokowi

Nama Gubernur NTB Tuan Guru Bajang kembali menjadi menjadi perbincangan publik setelah menyatakan dukungannya untuk Jokowi. Karena dukungannya tersebut, TGB disebut-sebut sebagai salah satu kandidat cawapres Presiden Jokowi karena berpotensi menambah suara dari kalangan Islam.
Pakar politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai TGB juga mampu mengurangi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini tak mendukung capres petahana.
"TGB ini kan, dia dapat irisan dari pemilih Islam karena suka enggak suka kan di tengah suasana batin kebangsaan kita yang dihadap-hadapkan antara slam dan pemerintah," ujar Adi kepada kumparan, Kamis (19/7).
"Saya kira sosok TGB juga masuk nominasi untuk mengurangi resistensi atau pun perlawanan. TGB artinya di kalangan pemilih Islam masih bisa diterima dan masih bisa dikapitalisasi tingkat elektarol," lanjutnya.
Penunjukan TGB sebagai cawapres pun menurut Adi bisa menekan ambisi kandidat cawapres lainnya. Khususnya ambisi dua ketum parpol islam, Muhaimin Iskandar dan Romahurmuziy, menjadi cawapres.
"Kalau dari partai dikhawatirkan berpotensi gejolak. Friksi antar satu parpol. Kalau Imin, maka Romi dan yang lainnya akan protes kan begitu maka kemudian muncul opsi kalangan non-partai," jelasnya.
Menurutnya, opsi kalangan non-partai ini juga melekat dalam diri TGB meski yang bersangkutan saat ini merupakan kader Partai Demokrat. Sebab, sosok TGB sudah tidak dianggap mencerminkan partai yang menaunginya, apalagi dengan sikap politik yang ia tunjukkan selama ini.
"Ketika dia memutuskan diri untuk mendukung Jokowi. Dia sudah dianggap outsider. Dianggap orang luar di mana sosoknya ya sudah tak ada gitu. TGB sekali pun belum dikeluarkan di partai, belum dipecat, tidak dianggap apa-apa. Ada tapi sudah tiada," pungkasnya.
Presiden Jokowi sendiri sudah mengakui bahwa kandidat cawapresnya sudah mengerucut menjadi 5 nama saja. Bahkan, menurutnya, nama TGB masuk dalam daftar nama cawapres tersebut.
