TGB: Distorsi di Bawah Luar Biasa, Ada Persepsi Jokowi Anti-Umat

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (31/1). (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (31/1). (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)

Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi membenarkan mendapat tugas untuk masuk ke pesantren guna mendongkrak suara Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, perlu dilakukan komunikasi yang intens dengan seluruh elemen masyarakat untuk memenangkan Jokowi di periode kedua.

"Tentu kalau bahasa luasnya ya bisa saja dimaknakan seperti tadi (ditugaskan). Tapi intinya adalah memang perlu memperbanyak komunikasi ke seluruh elemen masyarakat, tidak menyampaikan apa-apa kecuali apa yang sudah dilakukan dan visi apa Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf untuk 5 tahun berikutnya. Jadi menyampaikan fakta-fakta faktual dan objektif," kata TGB di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Menurut TGB, popularitas Jokowi-Ma'ruf di kalangan masyarakat tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja pihaknya perlu meluruskan isu-isu miring yang selama ini ditujukan ke paslon nomor urut 01 itu. Salah satunya terkait persepsi Jokowi anti umat Islam.

"Distorsi di bawah itu luar biasa. Ada persepsi Jokowi itu anti umat, ada persepsi pilpres ini haq dan bathil. Kita coba luruskan" jelasnya.

Padahal, menurut TGB, Jokowi sangat memperhatikan umat Islam. Hal itu ditunjukan lewat kebijakan dana desa serta program pemberdayaan yang tujuannya untuk kesejahteraan umat.

"Faktanya ada dana desa ratusan triliun untuk kepentingan umat. Kemudian ada pemberdayaan pemberdayaan yang dilakukan," tuturnya.

"Saya pikir kalau popularitas sudah luar biasa. Cuma ada beberapa hal yang perlu dijelaskan," pungkasnya.