TGPF Intan Jaya Kini Pakai Helm-Rompi Antipeluru Antisipasi Penembakan KKB Papua

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim investigasi lapangan TGPF Intan Jaya. Foto: Humas Kemenko Polhukam
zoom-in-whitePerbesar
Tim investigasi lapangan TGPF Intan Jaya. Foto: Humas Kemenko Polhukam

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya tak menyangka menjadi sasaran penembakan KKB Papua pada Jumat (9/10) sore. Mereka ditembaki dalam perjalanan pulang ke Sugapa usai olah TKP penembakan Pendeta Yeremia di Distrik Hitadipa, Intan Jaya.

Mengantisipasi insiden penembakan terulang, kini seluruh anggota TGPF yang bertugas di Intan Jaya memakai helm dan rompi antipeluru.

Ketua TGPF, Benny Mamoto, menyatakan ingin memastikan semua anggota tim merasa aman selama bertugas menginvestigasi kasus penembakan Pendeta Yeremia pada 19 September lalu

“Kami menggunakan rompi dan helm antipeluru karena ini daerah berbahaya. Kita tidak pernah tahu kapan dan dari mana serangan akan datang, dan itu sudah menjadi SOP di daerah konflik seperti ini” ujar Benny dalam keterangannya, Sabtu (10/10).

Tim investigasi lapangan TGPF Intan Jaya. Foto: Humas Kemenko Polhukam

Dalam kesempatan itu, Benny sekaligus membantah anggapan pihak-pihak tertentu yang menyamakan TGPF dengan kombatan.

“Kalau tim ini bagian dari kombatan, buktinya yang tertembak adalah adalah Pak Bambang, anggota TGPF yang adalah warga sipil, dosen, dan peneliti dari UGM Yogyakarta” tegas Benny.

Benny menyatakan selama berada di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, anggota TGPF dijaga secara ketat untuk menghindari berbagai kemungkinan yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka.

Setelah penembakan yang membuat anggota TGPF, Bambang Purwoko dan anggota TNI, Sertu Faisal Akbar, terluka kini personel TNI yang menjaga mereka semakin diperketat.